Bulan mei telah memberikan sebuah tanda - tanda kenampakan yang begitu membuat orang menjadi berpikir ulang untuk berbuat sesuatu hal yang tak mungkin bisa dinalarkan lagi. Entah kenapa cobaan dan permasalahan kini datang bertubi - tubi tanpa bisa disadari dalam sebuah penyelesaian yang berarti,saya yakin setiap permasalahan akan ada solusi dan penyelesaiannya tapi apakah harus begini???mengorbankan setiap jiwa manusia yang kelaparan setiap hari demi mempertahankan hak dan kewajiban hidup sebagai seorang mahasiswa penerima beasiswa yang setiap hari ada saja kendala dan problematikanya,aku tidak tahu ini semua akan bertahan sampai kapan tapi aku berharap semua ini akan segera berakhir dan tidak membuat setiap mahasiswa yang tinggal di asrama ini menjadi sakit hati dengan seluruh kebijakan yang telah disepakati dalam sebuah surat keputusan yang terasa memihak seorang diri. perenungan ini aku mulai dari cerita seorang sahabat yang telah aku anggap sebagai saudaraaku sendiri dari tanah perantauan bumi jawa timur yang kini telah mengahadapi masalah yang menurut saya begitu kompleks dan sulit untuk diungkapkan dengan kata - kata tapi aku mencoba berbagi kisah pengalaman yang hanya bisa aku goreskan dalam sebuah lantunan kata - kata yang mempunyai sebuah makna,sebut saja sahabat sekaligus saudara saya itu doni yang jauh dari orang tuanya di jawa timur dan berjuang sendiri di tanah ibukota jakarta,doni merupakan salah satu penerima beasiswa penuh dari pemerintah tapi tidak tahu kenapa beasiswa itu seolah - olah menekan batin dan jiwanya untuk menjadi seorang anak yang aktif dan kreatif di dunia perkuliahan dan dunia organisasi kedepan.Setiap penerima beasiswa ini harus diwajibkan menempatis sebuah asrama megah yang sangat mewah dengan berbagai fasilitas yang ditawarkan,apa sajakah itu fasilitasnya tunggu di akhir cerita ini.
Dalam kesehariannya doni adalah mahasiswa lugu dan pintar dari yang lain tapi dia semakin tertekan dengan aturan baru yang dicanangkan pihak kampus untuk wajib tinggal di asrama dalam pengembngan diri kedepan menjadi calon - calon pemimpin masa depan yang konon katanya seperti itu,tapi aku berharap semoga hal itu bisa terwujud dengan baik dan sesuai keinginan para pihak pembuat keputusan,dalam sebulan terakhir ini doni dan kawan - kawan lainnya sedang berharap cemas untuk menunggu sebuah kebijakan baru dan kebijakan tersebut akan menentukan masa depan doni beserta kawan - kawannya kedepannya,apakah harus di keluarkan dari daftar nama penerima beasiswa dari pemerintah atau masih bisa dipertimbangkan dengan syarat harus bisa mengikuti segala aturan dan kebijakan yang telah ditentukan lebih lanjut. Doni merasa sengsara dengan adanya peraturan seperti ini dan dia merasa tak diharagai menjadi seorang mahasiswa yang ingin menunjukkan eksistensinya sebagai seorang agen perubahan yang bisa mempunyai peranan penting terhadap kemajuan bangsa dan negar ini pada umum dan khususnya bisa berguna bagi orang tuanya yang telah berjuang mati - matian memperthankan hidupnya sehingga bisa berdiri sampai sekarang.