Tak terasa waktu telah mepertemukan kita bersama dalam sebuah tali iktan keluarga yang begitu erat serat tali apapun itu,suka duka dan tawapun sering kita lalui bersama adik - adik ku seperjuangan dalam hal apapun itu. Tak pernah mengeluh untuk mengatakan aku tidak bisa bang? dan pastinya harus terus berjuang tanpa rasa kenal lelah dan penuh semangat di setiap sa'at. Mentari dan gedung megah ini jadi saksi bahwa persaudaraan kita akan selamnya ada dan takkan terpisahkan kecuali dengan takdir ilahi yakni kematian dan itu pun akan saya terima dengan ikhlas kalau itu akan datang esok lusa atau nanti juga.Mulai dari perkenalan tanpa senangaj dengan awan hasbi sidiq si anak jenius yang bener - bener susah saya mencari orang seperti dia dan itu sungguh luar biasa saya bisa mengenal dekat sosok awan hasbi sidiq yang ramah, pintar , dewasa dan punya dedikasi tinggi untuk membangun bangsa dan membahagiakan kedua orang tuanya,tapi kisahnya berakhir di tengah jalan dengan berhentinya si jenius ini dari program beasiswa bidikmisi yang dulunya begitu dekat dangan saya dan kini telah menjauh tanpa ada kabar sama sekali dari si jenius yang sangat misterius dan penuh resiko dalam setiap tindakannya,si jenius ini sebenarnya jujur tidak tertarik sama sekali kuliah di kampus yang saat ini ia tempuh dan karena sebuah keterpaksaan yang kini di jalaninya dia meluncur tanpa sebuha pertimbangan yang matang dan akurat dari sebuah hati nurani yang paling dalam,saya sudah menganggap si jenius adik kesayangan saya dalam setiap hal dan kini ia harus pergi tanpa ada kabar sama sekali dan rasa kakak yang kehilangan adiknya mulai terasa dalam setiap sa'at tanpa bisa berhenti untuk mengerti dan bermurah hati bahwa "Setiap Pertemuan Ada Perpisahan".Sedih rasanya ditinggal adik kesayangan yang setiap hari selalu menemani dalam suka dan duka kini harus pergi begitu saja tanpa saya bisa memantau dan membantunya dengan sekuat tenaga, sayangnya seorang kakak tidak akan luntur sedikitpun buat adik jeniusku yang satu ini "Awan Hasbi Sidiq" sang DOKTER masa depan meskipun butuh perjuangan yang besar untuk mendapatkan gelar tersebut.
Kisah sedih dengan perginya si jenius belum berakhir disini dan adik saya yang begitu banyak datang satu persatu dan kini ada adik saya yang penuh ambisi yang tinggi untuk menjadi seorang ahli politikus nasional dan bisa memrangi bahaya tindakan korupsi yang ada di negeri ini tanpa pandang bulu adikku yang satu ini bisa memberantasnya dan menuntaskannya dengan metode pola pikir yang kreatif dan inovatif yang dimiliknya selama ini.Asep Mulyana Ismail seorang adikku yang datang dari ranah sebuah kampung kecil yang jauh dari kota subbang bernama tanjung sari timur kecamatan Cikaum dan memiliki karakter dan pribadi yang unik yang membedakan adikku yang satu ini dengan yang lainnya. Biasa aku panggil si lugu karena pemikirannya yang masih polos tapi mengena di hati bagi setiap yang di ajak bicara oleh nya dan waktupun tak terasa kalau kebersamaan dengan adik - adikku akan berakhir sebentar lagi di asrama saya tercinta karena masa berlakunya telah kadaluarsa dan harus berpindah tempat. si lugu selalu tersenyum riang dan gembira meskipun begitu banyak masalah yang menimpanya dan tak ada satu orang pun yang tahu kalau dia lagi dalam keadaan menderita karena suatu hal tanpa adikku sadari dia menyakiti dirinya sendiri dengan sebuah pengorbanan kecil yang membuat orang sampai meneteskan air mata karenanya.Adikku asep mulyana si lugu dari tanah pasundan setiap harinya aktif sekali mengikuti organisasi dan itu membuat saya sebagai kakaknya yang peduli selalu was - was karena tindakannya itu sangatlah sering beresiko dengan memilih pergaulan yang salah sampai hampir disiksa dan meninggal karena siksaan salah satu oraganisasa mahasisa yang telah menyiksa baik fisik maupun batin dengan begitu dahsyat sampai tak bisa saya mendengarkan cerita pahitnya dan air matapun sering mengalir kalau mengingatkan kisah perjuangan adikku yang satu ini.
satu lagi cerita dari adikku dari Medan Ali rohman Nasution yang biasa saya panggil alay si periang sejati tanpa ada sebuah kisah yang takkan menusuk hati dari adikku yang satu ini,dalam kesehariannya si periang memiliki kepercayaan yang sangat tinggi dibandingkan dengan mahasiswa yang lainnya karena selalu terdepan dalam menyampaikan pendapat dan hal - hal yang dianggap paling krusial dalam hidupnya dan masa depannya. ayah si periang telah meninggalkan ia semenjak kecil dan ia akan terus berjuang untuk menjadi seorang pemuda indonesia yang bisa menguasai pasat televisi nasional maupun internasional dengan menjadi Direktur stasiun televisi nomor saut di negeri ini dengan berbasis islami yang moderat tanpa ada unsur sekulerisme maupun yang lainnya, dan kini semua adik - adikku harus pergi satu persatu meninggalkan saya sabagai kakaknya seperjuangan yang akan setia membantu dikala suka maupun duka melanda.
selamat jalan adik - adik ku semua sukses buat masa depan kalian dan kakak akan selalu mendukung apa yang terbaik buat jalanmu masing - masing dalam sebuah pencapain kedepannya.