Senin, 30 Juli 2012

Motivasi Diri




Arti sebuah pentingnya kesehatan itu tidaklah bisa diungkapkan dalam sebuah kata – kata atau bisa dibeli dengan sebuah harga yang ternilai dengan nominal uang maupun semuanya dan hanyalah Allah jualah yang akan bisa membayarnya dengan segala cara dan rahasianya, takkan pernah dipungkiri dalam hati dan jiwa manusia akan selalu mengeluhkan tentang kehidupannya selama ini dan itu merupakan sesuatu hal yang wajar dan akan ada pada setiap diri manusia dalam seyogyanya merupakan fitrah manusia dimana yang selalu merasa kekurangan dan selalu merasa ingin lebih dan lebih. Hari ini tepat di awal bulan ramadhan 1433 H yang tak terbayangkan dan terpikirkan oleh nalarku ini untuk bisa meraihnya lagi dengan segala kekurangan yang aku miliki dalam setiap hal dan berbagai aspek dalam diri ini yang butuh sebuah perbaikan lebih mendalam untuk menjadi seseorang yang berguna lagi bagi lingkungan sekitar. Hari ini merupakan hari yang sangat banyak pelajaran hidup di dalamnya karena semua kisah perjuangan hidup tergambar jelas di depan mata kepalaku dan itu membuat diri ini semakin sadar dan sadar untuk bisa membenahi diri agar supaya lebih baik lagi dalam kedepannya, mulai dari perjuangan seorang bapak yang rela kepanasan di terik puasa ramadhan untuk sekedar membahagiakan anak dan istrinya dan itu merupakan sesuatu yang luar biasa bagi saya dengan semangat juangnya yang tinggi itu seorang bapak rela mempertaruhkan nyawanya demi kebahagiaan anak dan istri yang disayanginya, di lain tempat terdapat sebuah perjuangan nenek tua renta yang penuh sabar dan tabahnya berjualan buah untuk mendapatkan rezekinya dalam menyambung hidup kedepannya lagi dan itu sangatlah kontra ketika kita sebagai genarasi muda yang selalu melalaikan tugas kita dalam belajar dan mengembangkan diri dalam membangun bangsa yang semakin hari semakin gak jelas arahnya dalam pencapaian sebuah cita – cita ibu pertiwi tercinta.
Harapan dan sebuah keinginan yang tulus terbesit dalam sebuah pemikiranku kini dan sebagai pemuda yang mempunyai tugas mengisi kemajuan bangsa dengan kemajemukan dan kekayaan bangsa yang dalam seyognyalah kita bisa mengisi kemerdekaan ini dengan hal – hal yang bersifat positif dan membangun demi kemajuan bangsa dan Negara kedepan. Hanya pada – Mu lah Tuhan kami sebagai generasi muda bangsa Indonesia ini bisa maju dan meraih segala asa dan harapan yang selama ini di cita – citakan bangsa Indonesia dan pahlawan yang telah gugur di tanah peperangan,para pahlawan gugur dengan gagahnya untuk memperjuangkan kelangsungan hidup rakyat Indonesia dan Indonesia sekarang dan kedepannya haruslah bisa menjadi sebuah Negara yang benar – benar menjadi suri tauladan bagi Negara muslim yang lain di dunia ini dan tidak hanya sebagai negar yang terkenal dengan kasus Korupsi,Narkoba,TKI dan Bencana alam tapi kedepannya Negara ku Indonesia haruslah bisa menjadi Negara yang kompetitif, sportif serta Negara yang bisa mengayomi dan memberikan sesuatu hal yang membuat dunia ini bangga atas keberadaan Indonesia ku yang kaya sumber daya alam dan terkenal dengan keramahan penghuninya dengan satu sama lain dan bisa memberikan sesuatu yang benar – benar diharapkan oleh seluruh rakyat Indonesia kedepannya…..
#SEMANGAT PEMUDA UNTUK INDONESIA

Minggu, 15 Juli 2012

Ada Cerita di Lantai Tiga


Hari ini terasa asing bagi para Mahasantri yang tinggal di Ma'had UIN Jakarta,kenapa terasa asing ?karena ada sebuah cerita yang membuat tetesan air mata pun jatuh ke bumi dengan penuh arti dan itupun akan selalu terkenang karena sebuah perjuangan anak yang ingin taat dan patuh kepada Orang Tua dan sekarang tinggal di asrama karena sebuah keterpaksaan dan dorongan beasiswa saja. Entah kenapa goresan pena ini harus tertulis dalam kumpulan kata - kata yang akan mempunyai sebuah makna bagi para pembaca.Doni seorang anak rantauan yang lugu dan penuh misteri pun datang dengan sejuta kisah dan cerita dalam setiap keadaan dan saya pun merasa ada yang lain dari cerita seorang Doni ke saya yang setiap hari merasa dirinya tertutup dan menutup diri dengan orang lain,tetapi tidak tahu kenapa Doni bisa terbuka dengan saya dan mau menceritakan semua masalahnya ke saya dan penderitaannya selama ini tinggal di Asrama.
Dari paparan cerita Doni yang dari awal sudah gak bisa lagi melanjutkan kuliah dikarenakan tidak mempunyai biaya dan  salah satu orang tuanya sudah tiada kenapa selalu datang cobaan yang menimpanya dengan bertubi - tubi pula tanpa terkecuali dengan masalah beasiswanya yang diperolehnya dari Kemdiknas yakni BidikMisi. Dua bulan yang lalu saya mulai dekat dengan seorang Doni yang mempunyai karakter pendiam dan selalu ingin menutup diri dengan lingkungan dikarenakan sebuah keterpaksaan tinggal di asrama yang membuatnya tidak nyaman dengan semua dan segala aturan yang ada,apa daya semua keinginannya untuk melepaskan dirinya dari Beasiswa tidak bisa tercapai karena memang masalah utama yang dialami adalah biaya dan financial untuk hidup dan bertahan hidup di Jakarta.
Bang ada masalah ini saya gmna ya cara menyelesaikan masalah saya yang membuat ku semakin hari pusing selalu dengan hal ini,aku gak tahu harus berbuat apa lagi bang untuk menyelesaikan masalahku ini dan semua orang menyalahkanku sekarang padahal aku gak ingin semua ini seperti ini ( Doni Says). Sudah empat bulan living kost Doni belum diberikan dan hal tersebut sangat mengganggu proses pemikirannya dalam kuliahnya dan kebutuhan hidupnya dan sayapun harus bisa ikut memberikan sebuah solusi dan masukan yang baik buat doni untuk menyelesaikan masalahnya tersebut dan akhirnya seminggu yang lalu uangnya sudah turun dan sejuta kisah masih menyelimutinya dalam sebuah angan dan tindakannnya kedepan.
apkah harus bertahan dan apakah harus melepaskan semua permasalahan yang semakin hari membuat pemikiran stress dan sumpek selalu ini.