Sabtu, 16 Agustus 2014

MAHASISWA ADA UNTUK INDONESIA



Entah kenapa aku bisa menjadi sosok mahasiswa yang sangat beragresi dan berambisi memajukan Negeri ku tercinta, akan tetapi semua itu tak akan terwujud jikalau hanya omong kosong belaka, aku harus bertindak dan memulai suatu hal dan aksi nyata demi memberikan sebuah kontribusi lebih bagi bangsa dan tanah air tercinta. Negeriku Indonesia yang memiliki 34 provinsi dan 17.508 pulau yang membentang luas menghiasi negeri ini, akankah semuanya akan sirna dan tidak berarti bagi kemaslahatan umat jikalau SDM nya terus dan terus seperti ini, di berbagai sector pemerintahan mulai terindikasi bahwa tindakan KKN semakin merajalela dan membuat resah masyarakat awam yang seyogyanya mendapatkan perlindungan dan penanganan yang berarti dan berdampak bagi kebahagiaan mereka, satu dan lain hal berbagai permasalahan itu muncul dan terus menuai banyak kecaman dari berbagai pihak namun hal itu tidak berarti jikalau tidak ada yang bisa memberikan solusi terkait adanya berbagai permasalahan yang ada dengan aksi dan tindakan yang bermanfaat bagi sesama dan masyarakat sekitar. Aku baru saja bangun dari tidur panjang ku selama ini namun penyelasan yang telah lalu tidak akan bisa merubah segalanya tapi aku mencoba memperbaiki semuanya dengan berbaik sangka kepada sesama dan merubah lingkungan kecil yang ada disekitar saya kini. Hari ini merupakan hari kemerdekaraan R.I yg ke 69 namun rakyat yang seharusnya sudah merdeka dari berbagai penjajahan tetap saja mengalami penderitaan yang bertubi – tubi tanpa henti. Mencoba mengatasi berbagai permasalahan ini dengan berkontribusi terhadap negeri dengan menjadi sosok mahasiswa sejati penuh arti di setiap aksi nyata membawa sebuah gerakan positif bagi kelangsungan dan kebahagiaan masyarakat luas itulah hal yang saat ini aku coba lakukan bersama kawan – kawan yang mempunyai visi dan misi membangun Indonesia jaya kedepannya.
Aku berpikir dan bernalar saat ini alangkah sedihnya negeriku Indonesia jikalau banyak para mahasiswa nya hanya berorientasi untuk mendapatkan pekerjaan dan menjadi pegawai tetap di berbagai instansi pemerintahan maupun menjadi karyawan dengan gaji yang besar namun melupakan banyak hal yakni membantu dan peduli terhadap masyarakat yang membutuhkan lainnya, bernalar dan berpikir kedepan bahwa cahaya positif negeri ini dimulai dari sosok para mahasiswa yang tahan banting dan berpikir untuk memajukan Indonesia menjadi negeri Macan Asia seperti apa yang telah di katakan oleh para pahlawan yang gugur mendahalui kita, selamat hari jadi Negeri ku Indonesia tercinta semoga senantiasa menjadi Negeri yang ramah, subur serta yang paling penting adalah akhlak para masyarakatnya bisa menjadi semakin baik lagi tanpa pengurangan nilai – nilai moral seperti apa yang terjadi saat ini.


Ciputat,17 agustus 2014
MENDIKNAS 2034

Prof. Muhammad Mubin P.hD

Selasa, 12 Agustus 2014

Perjalanan Panjang Sang Pejuang Part II


Perjalanan Menuju Kota Surabaya

Setelah sejenak menikmati indahnya kota Semarang yang elok dan indah akan sejarahnya dan salah satunya adalah Lawang Sewu dan Tugu Muda yang terletak di antara Jl.Pemuda perjalanan pun dilanjutkan dengan menaiki sebuah bus kota menuju kota Brebes Jawa Tengah. Sebelum mendapatkan Bus Kota yang nyaman dan enak untuk dinaiki terjadi sedikit ketidak beresan karena tiket bus Semarang - brebes yang seharusnya 50rb dipatok menjadi 85rb dan hal itupun saya sadari ketika sudah jauh dari kota Semarang ketika ada kondektur Bus yang menanyai saya terkait karcis bus dan minta bayaran lagi ke saya. Dalam hati kecil saya pun oke oke saja sekalian dapat pengalaman baru kalau naik bus Kota antar daerah harus mengerti rute dan berapa jumlah ongkos yang harus dibayarkan namun hal tersebut kurang dimengerti bagi saya dan kejadian ditipu Calo pun terjadi. ( Hehheeh ... tapi gk apa sebuah pelajaran yg berarti ).


Mas Gege In Action @Lawang Sewu
Setelah perjalanan kurang lebih dari kediaman mas gege di kota semarang tepat pukul 01.30 dini hari sampai kaki saya menginjakkan di bumi kota Tegal tepatnya di Terminal kota Tegal dan sayapun tidak mengerti dimana dan harus kemana saya kemudian nantinya setelah sampai di kota Tegal, berhubung kondisi yang perut yang lapar dan haus akhirnya saya sejenak mencari tempat duduk dan menikmati santap malam yang diberikan bekal oleh ibunda Mas Gege dari Kota Semarang ( Makasih Ibu nya mas Gege ) sangat berarti dan bermanfaat di pagi hari dan dingginnya kota Tegal menikmati sesuap dan dua suap nasi yang agak terlambat untuk di makan tapi tak apalah dari pada terasa perut keroncongan gak karuwan makan aja dulu yang ada, setelah makan malam di terminal kota tegal perjalanan pun di mulai dengan Ojek menuju kota Brebes yang kurang lebih 30 menit dari Terminal kota Tegal menuju kediaman Kastari. Sesampainya di kota brebes kurang lebih pukul 02.00 sambutan hangat dari kawan seperjuangan Kastari sangat berarti karena kedatangan saya telah dinanti sebelum dini hari ini menyapa.
Tugu Muda Kota Semarang
Sudut Area Lawang Sewu


Setelah istirahat sejenak dan menunaikan sholat subuh perjalanan dimulai menuju bumi Ibukota Jakarta bersama Bus Kota antar Propinsi Dewi Sri menuju Ciputat, terasa nyaman di awal namun setelah berjam - jam di dalam bus ini yang jujur tanpa AC dan kipas terasa bahwa kehidupan ini begitu indah jika kita bisa menikmati dan menghargai sebuah proses yang dimulai dan untuk meraih sebuah kesuksesan harus tetap sabar dan terus berjuang sampai batas maksimal, hal yang sangat saya tidak inginkan adalah rasa sakit di kepala saya membuat badan dan tubuh saya menggigil karenanya dan mual dan muntah pun terjadi, campur aduk antara keringat, panas dan asap rokok yang mengepul kondisi bus yang saya tumpangi membuat hati kecil saya berontak dan menjerit bahwa cukup pengalaman ini saya alami pada diri saya bukan untuk saya bagikan ke anak istri dan keluarga saya kelak. setelah kurang lebih hampir 12 jam perjalanan panjang dari kota brebes menuju Jakarta akhirnya tepat pukul 21.30 WIB saya kembali menginjakkan kaki di asrama Mahad dimana saya harus kembali memulai aktivitas dan rutinitas seperti biasa. Dalam perjalanan panjang ini saya berharap bisa mengambil banyak hikmah kehidupan bahwa sebuah proses kehidupan itu harus dijalani dengan rasa syukur dan perjuangan lebih baik lagi namun ketika masalah dan kondisi tidak sesuai dengan harapan kita janganlah sekali - kali menyalahkan Tuhan karena dengan cobaan dan masalah yang ada kita bisa semakin kuat dan semakin lebih baik lagi kedepannya.




Ciputat, 13 Agustus 2014
*Terima Kasih Mas Langitantyo Tri Gezar, Kastari dan seluruh penumpang Bus Dewi Sri Brebes - Jakarta yang telah banyak memberikan ilmu yang luar biasa tentang sebuah kehidupan.

Senin, 04 Agustus 2014

Perjalanan Panjang Sang Pejuang Part 1


Sang Pejuang
Entah apa yang membuat jari jemari ini harus menari nari diatas keyboard yang begitu kaku akan perwakannya dan aku pun mulai menyapa dikala mala mini harus beruasaha membuat sebuah tulisan yang berarti bagiku sendiri khususnya ataupun bagi teman seperjuanganku yang membaca tulisan ini. Sebuah perjalanan panjang telah aku lalui selama kurang lebih dua hari ini untuk menuju ibukota Jakarta demi menuntut ilmu kembali di bumi perantauan dan memberikan sebuah inpirasi bagi sesame, saya mencoba bertahan dan bersabar dalam berbagai halangan dan rintangan selama perjalanan panjang menuju ibukota Jakarta, kurang lebih 35 jam perjalanan panjang menuju Jakarta setelah pulang kampung dari Tuban Jawa Timur saya mencoba naek bus dari tuban menuju semarang yang penuh perjuangan sangat, entah kenapa saya tetap bertahan dan terus berjuang tanpa kenal lelah meskipun keringat bercucuran dalam tubuh mulai membasahi badan. Sapaan hangat dan senyuman riang terlihat dalam diri saya setelah sampai di bumi kota semarang setelah 5 jam perjalanan dari tuban Jawa timur.
Bertemu handai taulan mas Langitantyo Tri Gezar yang akrab di sapa Gege telah menyambut dan menyapa kedatangan saya di bumi Kota Semarang, setelah sampai di terminal terboyo saya langsung menuju pusat kota semarang untuk dikenalkan dengan teman – teman seperjuangan MPK SMAN 3 Semarang yang begitu akrab dan solid dalam sebuah kebersamaan Halal Bihalal Lebaran 1435 H ini, setelah berkumpul dalam acara tersebut bareng mas gege, perjalanan panjang pun dimulai yang awalnya langsung menuju kota Jakarta harus terhenti sejenak karena harus menikmati keindahan kota semarang di siang hari, tujuan utama adalah menuju lawing Sewu yang terletak di Jl. Pemuda kota semarang dan hal tersebut membuat sejarah baru dalam hidup saya bahwa sejarah tidak boleh dilupakan tapi harus diabadikan dalam sebuah foto maupun sebuah tulisan yang nyata, perjalanan panjang pun dilanjutkan ke kota semarang tengah menuju kediaman mas gege, dan senyum sumringah pun menyapa dari kejauhan, sapaan akrab dan hangat terpancar dari sosok beliau kedua orang tua mas gege yg menyambut kedatangan saya selaku teman  sejawat dari nun jauh Jawa Timur sana, setelah rehat sejenak di kediaman mas gege perjalanan panjang pun dilanjutkan menuju kota Jakarta, setelah kurang lebih perjalanan panjang sejam an menuju terminal mangkang untuk mendapatkan bus ke arah Jakarta saya pun berangkat menuju kota tegal dan selanjutnya penipuan di jalan terjadi akhirnya saya mencoba sabar dan pasrah pada sang Maha Kuasa…..

Bersambung…..

#IniCeritaKuManaCeritaMu