Senin, 15 Desember 2014

Cerita Kita di Pantai Anyer Tercinta

Malam mulai menyapa di bumi batavia yang punya segudang cerita namun banyak hal masih tersembunyi dan menyisakan cerita bagi kawan - kawan yang tidak bisa berpikir tentang apa dan kenapa harus bumi Batavia mereka mulai  untuk berjuang. Tepat sekali sebuah goresan pena ini mulai menari - nari kembali ingin rasanya menceritakan sejuta kisah hidup dan setiap langkah hidup ini namun keterbatasan waktu dan pikiran sehingga semuanya tidak bisa tergapai dengan sempurna namun inilah cerita ku tentang Pantai Anyer Tercinta.

Jumat sore itu dimulai dengan persiapan yang sangat untuk melakukan cek dan kroscek barang - barang yang akan dibawa ke pantai Anyer bareng kawan2 yang super inspiratif lainnya dan setelah mondar mandir nyari barang - barang bawaan akhirnya selesai juga persiapannya dan siap menuju Rawamangun untuk menunggu keberangkatan selanjutnya ke Pantai Anyer Esok hari, setelah perjalanan dari ciputat ke rawamangun kurang lebih 1,5 jam akhirnya sampai juga kaki ini menginjakkan langkah nya di bumi Golf ahmad yani Rawamangun didampingi Ridho dan Mas Tio banyak cerita dan pengalaman yang dibagikan sebelum beranjak tidur, mulai cerita mas Tio tentang Liqo, Ikutan FIM dan IM sampai pengalamannya yang luar biasa ikut bergabung dalam tugasnya barunya di perusahaan mini market ternama negeri ini.

Pagi pun tiba dan satu persatu kawan - kawan dari bogor, bekasi, tangerang, depok mulai datang dan siap berangkat menuju Pantai Anyer di Banten, kurang lebih perjalanan 3 jam tak terasa karena lelahnya perjalanan dalam bus yang dimotori oleh chandra dan kawan - kawan Sosioologi UNJ membuat perjalanan ini terasa sangat menarik dengan diadakannya game seru dari kak Agus Taufiq yang mengajak seluruh kawan - kawan di bus untuk menceritakan kisah pengalaman hidupnya mulai dari Cinta, Kesedihan, Keluarga, Prestasi, Pengalaman yg Wah dan masih banyak lagi..

Satu persatu kawan - kawan mulai menceritakan pengalaman hidupnya yang jujur setelah mendengar dan mengikuti alur permainannya sangat menarik dan membuat diri ini banyak belajar dari kisah dan pengalaman inspiratif lainnya yang jujur tidak bisa di dapat juga dari bangku kuliah, setelah perjalanan panjang inspiratif selama 3 jam akhirnya sampai juga di Bumi Pantai Anyer Tercinta yang menakjubkan bagi saya, mulai dari pantai yang masih asri dan biru serta kolam renang yang luas dan nyaman sekali untuk dibuat berenang dan melepas penat selama di jakarta dengan rutinitas yang tiada henti,

Berbagai acara yang menarik dikonsep secara rapi dan apik oleh Rona Mentari ( Pendongeng Yg Ulung nan Pandai ) serta konsep bermaen WaleWorf dari Agus Taufiq yang super amazing, tak ketinggalan pula ada kkak super keren dalam memasak dan menyiapkan konsumsi yang membuat saya dan kawan - kawan merasa terpuaskan oleh masakan yang sangat enak dan mengkeyangkan. Cerita seru dan tak terluapakan ini sangatlah berarti bagi saya pribadi kedepannya karena meskipun hanya dua hari satu malam bersama kalian cerita dan kisah ini sungguh takkan terlupakan.

Terima kasih tiada kira untuk Agus Taufiq, Dini NH, Rona Mentari, Mogi Bian, Chandra, Mufti, Jali, Ferly, Wira, Syifa, Verena, Euis, Gita, Mamet, Afgan, Heni, DKK lainnya.

Power Wush dari Kami Keluarga ISUNITE

Kawan Inspirator ISUNITE

Kebersaman di Atas Banana Boat

Panitia ISUNITE Performance

Keceriaan di Pantai Anyer

Rabu, 10 Desember 2014

Harus Jadi Sarjana

Siang menjelang di bumi ciputat membuat hati dan pikiran menjadi lebih tenang setenang air yang ada di sungai temaran, aku ingin bercerita tentang sebuah harapan anak manusia dari kampung kecil dari daerah yang punya mimpi ingin menjadi sarjana demi membanggakan orang tua nya karena hanya dialah satu - satunya tumpuan hidup kedua orang tuanya,

Setiap hari sosok pemuda ini harus menjalani berbagai aktivitas bersama para kawan - kawan seperjuangan yang tiada tentu jalannya namun hal tersebut membuat sosok pemuda ini menjadi tangguh dan banyak belajar dari pengalaman selama hidup di bumi rantauan. Impian untuk bisa menjadi sarjana dengan segera adalah harapan utama sosok pemuda tersebut dan hal tersebut merupakan persembahan terbaik untuk kedua orang tua nya di kampung halaman.

Harus jadi Sarjana, sebuah asa yang harus jadi nyata tanpa menunggu lama dan bisa mengimplementasikan ilmu yang telah di dapat selama menempuh pendidikan tinggi 4 tahun di bumi ciputat tercinta, berbagai pengalaman dan berbagi kisah kehidupan telah dicoba di lalui menjadi sebuah catatan menarik sebelum mendapatkan gelar sarjana di bumi ibukota ini.

Perjuangan sosok pemuda ini tidak berhenti sampai disini, namun hal tersebut merupakan awal dari langkah sejarah baru untuk memperbaiki kondisi finansial ekonomi keluarga yang semua hal tersebut hanya bisa di perbaiki dengan menempuh pendidikan tinggi terbaik dalam setiap masa sebelum tutup usia nantinya.

Senin, 24 November 2014

Terima Kasih Pahlawan Hidupku


Ciputat di siang hari ini di temani gerimis serta hujan yang telah menyelimuti kawasan ciputat dan sekitarnya, termasuk di asrama perjuangan Mahad UIN Jakarta. Teringat hari ini merupakan hari kebanggaan bagi saya pribadi dan pada kawan - kawan lainnya karena tepat tanggal 25 November ini merupakan Hari Guru Nasional yang biasa di peringati oleh para aparatur Negara baik itu Sekolah Dasar sampai ke Perguruan Tinggi.

Flashback kurang lebih 15 tahun saya telah dibesarkan oleh sosok pahlawan tanpa tanda jasa ini, yang karena beliaulah saya bisa berdiri dan duduk dibangku perguruan tinggi ini, mulai dari sebelum masuk ke pendidikan dasar saya telah dikenalkan dengan apa itu Huruf "A" dan diajari untuk bisa berhitung " 1 + 1" seperti terbayang jelas dalam ingatan masa kecil itu, sosok guruku sangatlah sabar dan penyayang dalam mengajariku berbagai ilmu, perjuangan sosok guru ini tak tergantikan oleh apapun jua, karena setiap langkah hidup hidup saya ini tak lepas dari peran yang sangat penting dari bapak ibu guru selama ini.

Sebuah perjuangan yang tanpa kenal lelah selalu ada dalam ingatan ini, tak terbalas dan terpatri dalam hati kecil ini. setiap cerita dan harapan ini akan ada untuk mu bapak ibu guruku,
Tak kenal lelah dan terus berjuang untuk mengajari anak didikmu wahai bapak ibu guruku, "Terpujilah wahai Engkau Bapak ibu guru, namamu akan selalu hidup dalam sanubariku" Sebuah petikan lagu yang akan terkenang sepanjang hidupku dan penyemangat hidupku.

Ucapan ribuan terima kasih tak terkira tercurahkan kepada sosok bapak dan ibu guru saya mulai dari SD, MTS, MA, sampai sekarang di pendidikan tinggi ini. tak terkira dan terhitung jasamu dalam mendidik anak didikmu ini karena mu lah aku akan beritndak lebih baik lagi kedepannya.

Bismillah, Terima Kasih Bapak Ibu Guru.
25 November 2014

Kamis, 13 November 2014

Belajar dari Pak Menteri Anies Baswedan


Kamis tepat 13 November 2013 saya merasakan kekuatan yang luar biasa dari dalam diri saya untuk bisa menjadi sosok manusia yang lebih berguna lagi kedepannya, kenapa saya mengatakan hal demikian karena belajar dari pernyataan yang disampaikan oleh bapak Anies Baswedan yang membuat hati dan pikiran ini terbuka bahwa pendidikan itu merupakan hak segala bangsa dan kitalah semua yang berkewajiban untuk memperbaiki pendidikan itu semua dalam berbagai aspek yang ada baik lingkungan, social , politik, budaya maupun lainnya.
Saya merasakan sebuah kebanggan tersendiri menjadi sosok mahasiswa di Jakarta, karena ribuan kesempatan datang dan  impian pun mudah saya gapai dan meraihnya menjadi sebuah kenyataan. Banyak hal teladan dan semangat dari pak Menteri Pendidikan satu ini selain sosok yang berwibawa dan kharismatik saya merasakan sebuah energy baru untuk merubah pendidikan Indonesia kearah yang lebih baik lagi.

Banyak sekali program dan inisiasi yang telah beliau bangun dan kembangkan di Negeri ini mulai dari gerakan Indonesia Mengajar, gerakan turun tangan maupun lainnya dan semua itu berguna dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia pada umumnya dan kawula muda pada khususnya. Semangat ingin menjadi lebih baik dan menjadi sebuah contoh serta panutan bagi yang lainnya adalah satu hal yang dimiliki oleh pribadi bapak Anis Baswedan. Tak dipungkiri bahwa kemampuannya dalam pendidikan banyak menjadikan para pemuda Indonesia terinspirasi karena perannya dan kontribusinya pada Negeri Indonesia.
Saya berharap dikemudian hari akan muncul dan lahir pemuda – pemuda hebat melebihi bapak Menteri pendidikan ini yang bisa membawa Indonesia menjadi Negara yang berdaya dan tiada tandingannya dikemudian hari. Saya juga punya mimpi bahwa suatu hari nanti saya bisa mengikuti jejak beliau menjadi sosok Menteri Pendidikan Nasional yang punya dedikasi tinggi untuk mengembangkan potensi pendidikan Negeri ke arah yang lebih membanggakan lagi.
Terimakasih atas Inspirasi dan perjuangan yang tiada henti dari bapak Menteri teladan Negeri.
Salam dari Lantai 1  Mahad UIN Jakarta

21.06 P.M

Rabu, 12 November 2014

Arti Persahabatan


Dalam keheningan malam syahdu bumi Ibukota Jakarta terselip sebuah harapan yang merindukan arti dari sebuah persahabatan yang hakiki karena dengan adanya persahabatan akan menjadikan diri ini menjadi sosok pribadi yang lebih baik lagi kedepannya. Persahabatan sejati bukanlah sebuah persahabatan karena harta benda ataupun karena materi lainnya namun persahabatan sejati haruslah dikarenakan rasa hasrat merasakan kebaikan dan menerima dari apa yang menjadi kekurangan maupun kelebihan seorang sahabat kita masing – masing.
Bumi ibukota Jakarta telah lama aku tapaki namun banyak sekali hiruk pikuk permasalahan yang menghampiri namun dengan adanya sosok sahabat menjadikan hidup mempunyai warna tersendiri dalam setiap langkah dan hari – hari ini. Apalah arti sebuah persahabatan kalau kita tidak bisa mengerti satu dengan yang lainnya namun kita hanya bisa menyalahkan dengan selalu berprasangka yang tidak baik saja karena sebuah permasalahan yang tidak bisa diselesaikan bersama.
Persabahatan yang telah lama terjalin membuat kita semakin kuat dan tegar karena telah terjadi banyak hal dalam kehidupan ini yang membuat kita bisa menjadi sosok manusia bijak dan dewasa kedepannya. Hal terpenting dalam sebuah persahabatan merupakan rasa saling percaya antara satu dengan yang lainnya karena hal tersebut lah kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dalam menapaki dan mengarungi sebuah langkah.
Arti persahabatan tidak bisa dinilai dengan nominal uang yang berlimpah namun arti sebuah persahabatan hanya bisa dirasakan oleh orang – orang yang mempunyai hati tulus dan jernih karena bisa berpikir dalam sebuah kedewasaan yang berarti untuk melangkah dan menjadikan diri ini sosok yang berguna bagi sesama. Saling mengerti terhadap kekurangan dan kelebihan juga sebagai batu tombak agar sebuah persahabatan tidaklah berujung pada perkelahian maupun pertengkaran yang tidak berarti.
Terima kasih untuk para sahabat seperjuangan saya selama menempuh pendidikan tinggi di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mulai dari teman – teman Teknik Informatika 2010 baik itu kelas A ataupun kelas B, teman – teman Dema Fakultas sains teknologi, Himpunan Teknik Informatika, DEMA Universitas maupun keluarga besar Organisasi Mahasantri Mahad UIN Jakarta dan yang tak terlupakan para Rangers Beskemania dari Dompet Dhuafa Volunteer.



Selasa, 11 November 2014

Beasiswa Sarjana Impian



Ciputat November 2014, sudah lama merasakan bahwa hidup ini merupakan sebuah perjuangan yang sangat dan tidak boleh menyerah karena status ekonomi orang tua maupun hambatan lainnya. Aku merasakan semua ini kurang lebih hamper 4 tahun bertahan di bumi rantauan Ibukota Jakarta dan perjuanganpun dimulai dari sini. Hal tersulit adalah ketika masa – masa kehilangan nafsu dan harapan untuk hidup karena masalah datang silih berganti secara bertubi – tubi.
Perjalanan mendapatkan pendidikan tinggi ini menjadikan sejarah hidup yang luar biasa bagi sebuah cerita panjangku karena ini merupakan titik awal aku mendapat sebuah kesempatan meraih Beasiswa Sarjana yang menjadi Impian sejak aku duduk di bangku SD dahulu, teman – teman seperjuangan SD dulu merupakan sosok teman kecil yang saling menyemangati meskipun tak bisa diharapkan untuk bisa saling berkompetisi meraih mimpi dan berambisi untuk mendapatkan pendidikan tinggi yang kini aku raih dari perjalanan panjangku. Tak pernah terbayangkan jika beasiswa sarjana ini tidak bisa aku dapatkan karena dalam keterbatasan ekonomi yang saya alami hanyalah sebuah Beasiswa yang bisa saya harapkan dari pihak – pihak yang berbaik hati.
Alhamdulillah beasiswa sarjana impian pun saya dapatkan tepat tahun 2010 silam, sebelum mendapatkan beasiswa tersebut saya harus mengikuti seleksi ketat tingkat nasional dalam perhelatan tahunan SPMB PTAIN tingkat Nasional, setelah kurang lebih menunggu sebulan akhirnya nama saya dinyatakan lolos dalam seleksi tersebut dan berhak mendapatkan beasiswa Sarjana sebesar 5 jt rupiah dan Alhamdulillah juga bahwa doa dari orang tua saya di kampung halaman saya berhak mendapatkan beasiswa lanjutan dari BUMN Angkasa Pura II sampai mendapatkan gelar Sarjana dan itu merupakan suatu anugrah dalam hidup saya selama ini.

Saya merasakan dan mengalami bahwa pendidikan tinggi adalah hak bagi seluruh masyarakat Indonesia tidak dibatasi oleh suku, agama, adat istiadat dan lainnya namun semuanya tergantung pada diri kita masing – masing apakah kita mau menjalani pendidikan tinggi atau hanya berhenti di dalam jejak tingkat SD maupun SMA saja karena pilihan terbaik ada dalam pribadi kita masing – masing.
Pemerintah melalui berbagai tawaran beasiswa yang sangat terbuka bisa kita dapatkan untuk meraih beasiswa sarjana impian yang dikiranya kita tidak mungkin melanjutkan pendidikan tinggi namun dengan adanya beasiswa tersebut kita bisa meraih         mimpi – mimpi yang dulunya hanya orang yang kaya dan berada saja yang bisa meraihnya namun kesempatan itu kini terbuka lebar secara nyata di depan mata kita oleh siapa saja dan tidak dipungut biaya sepeserpun.
 Kosan 

Rabu, 22 Oktober 2014

Berbagi Senyum Bersama Masyarakat Blora

Kabupaten Blora, Tebar Hewan Kurban 2014 dari DOmpet Dhuafa merupakan agenda tahunan dalam Bulan Haji yang berdampak dalam pemberdayaan hewan ternak dari para masyarakat yang telah bergabung dan bersinergi menjadi mitra dompet dhuafa yakni jejaring Kampung Ternak Nusantara.
Kabupaten Blora sebagai salah satu mitra yang melakukan THK 2014 ini tersear dalam dua titik pemotongan yaknik dari Mitra koperasi mas tomy dan Mitra Murakabbi yang telah tergabung semenjak tahun 2011. Pemotongan hewan serta penimbangan saya lakukan dengan dibantu oleh jejaring mitra kabupaten blora dan total hewan kurban yang masuk dalam kriteria dari tim THK pusat berjumlah kurang lebih 60 ekor kambing untuk siap dipotong dan didistribusikan ke warga sekitar kabupaten Blora dan sekitarnya.
Tepatnya di desa jepon kab. Blora saya ditempatkan untuk melakukan Quality Control terkait proses penimbangan, Pemotongan dan Pendistribusian hewan kurban program THK 2014, banyak sekali pelajaran dan pengalaman hidup yang sungguh tidak bisa saya dapatkan dari bangku kuliah, mulai dari menghadapi mitra yang kurang nyaman dengan SOP yang telah diberikan dari Dompet Dhuafa pusat sampai harus terus bersabar dan terus tersenyum melihat kondisi masyarakat ds.jepon yang jauh dari kecukupan baik materi maupun yang lainnya.
Pagi itu sebelum proses pemotongan saya melakukan penimbangan dari satu rumah ke rumah yang lain dan kondisi masyarakat disana masih jauh dibilang standar dan layak karena kondisi rumah pun masih beralaskan tanah dan pendapatan perhari pun masih kurang dari 20rb rupiah. Dengan melihat dan merasakan kondisi masyarakat tersebut saya mencoba tetap tersenyum dan mencoba menghibur warga masyarakat disana karena hal tersebut menjadikan saya menjadi lebih bijak dan dewasa mengahadapi sebuah proses kehidupan.

Terima Kasih Blora warga ds.jepon dan seluruh mitra KTN kabupaten Blora semoga kedepannya taraf dan kondisi ekonomi nantinya akan semakin baik dan bisa bersinergi bareng Dompet Dhuafa dengan Program lainnya. ( Muhammad Mubin )

Belajar Bersabar

Berjuang dan Bersabar
Rabu pagi yang tenang dan damai dikala senyuman mentari pagi mulai menyapa dan membuat hati ini menjadi riang dan gembira akan karunia Allah SWT Tuhan semesta alam. Percaya dan yakin jadi satu dalam doa dan memberikan sebuah asa bagi keberlangsungan langkah diri ini kedepannya agar bisa menjadi lebih baik lagi dalam bertindak maupun bertutur kata.
Sebuah pembelajaran hidup yang harus dijalani dan dihadapi adalah Bersabar untuk mengatasi berbagai permasalahan dan tantangan kehidupan yang semakin hari semakin besar dan membuat diri ini menjadi lemah jikalau tidak bisa dekat dengan Sang Maha Kuasa, cobaan ini datang silih berganti terkait perkuliahan maupun lainnya dan hal ini sering membuat hati dan pikiran menjadi lemah dan tak berdaya karena harus berpikir ekstra agar semua masalah terselesaikan dengan baik dan tidak ada yang dirugikan karena kelalaian diri ini.
Sedikit cerita akan pengalaman di Program Studi Teknik Informatika yang sebenarnya bukan tujuan utama namun harus dijalani demi Indonesia Jaya kedepannya akan suatu harapan orang tua disana yang senantiasa berdoa dikala sunyi demi kebaikan dan kebahagiaan sang Putra di Bumi Perantauan ini. Tepat kurang lebih 3 bulan terakhir tidak merasakan duduk dibangku kuliah lagi karena sudah menyelesaikan tanggung jawab sebagai seorang mahasiswa mengharuskan diri ini menjadi bijak dan bersabar akan semuanya dan harus sering bersabar akan masalah keuangan maupun masalah yang lainnya. Kadang berpikir harus bagaimana mengatasi semua permasalahan ini namun jikalau kita hanya mengeluh dan bermuram durja itu tiada guna dan hanya akan membuat diri ini semakin tidak berguna dalam berbagai aspek kehidupan nantinya.
Aku mencoba bangkit dan menyakinkan diri bahwa hidup dan matiku hanya karena Allah SWT dan aku ingin membahagiakan kedua orang tuaku sebelum aku dipanggil oleh Sang Maha Kuasa, dan hal tersebut lah yang membuat aku tergar dan terus semangat akan kerasnya sebuah kehidupan di kota Jakarta ini. Hidup ini tidak akan berarti jika kita terus berpikir negatif dan tidak melakukan sesuatu hal yang berarti untuk sesama namun semua akan indah jika kita terus bergerak dan berproses menjadikan sebuah kehidupan ini berarti dan memiliki kebermanfaatan bagi sesama dan lingkungan sekitar.
Perpustakaan Utama, 22 Okt 2014

Sang Pejuang Masa Depan

Selasa, 21 Oktober 2014

MAKRAB HIMTI 2014 “FIND YOUR FAMILY HERE”


Jumat barakoh berbagai kejadian pun terjadi dan aku alami hari ini mulai berangkat ke masjid untuk melaksanakan sholat jumat lebih awal maupun untuk berangkat ke makrab lebih awal tidak seperti biasanya,tepat pukul jam 20.00 WIB sms masuk dari syukri sayyid ahmad yang ingin menjemput saya berangkat makrab ke puncak bogor dan hal ini merupakan sudah saya agendakan dari jauh – jauh hari karena makrab kali ini merupakan sarana saya menjalin silaturahmi dengan adik – adik mahasiswa baru Teknik Informatika UIN 2014 yang saya rasakan keluarga baru itu datang dari seluruh penjuru negeri, kenapa demikian? Karena salah satu mahasiswa baru angkatan 2014 ada yang berasal dari Jayapura Papua dan ini merupakan suatu kebanggan tersendiri bagi saya pribadi maupun bagi prodi teknik informatika untuk bisa menjadi jurusan pilihan dan idaman bagi calon mahasiswa baru nantinya.
Oke tepat pukul 21.00 saya berangkat menuju kota bogor dengan mengamhipiri sahabat saya ruchdi muttaqin di kawasan pamulang tangerang selatan, tanpa butuh waktu yang lama akhirnya sampai juga di kediaman ruchdi dan kejadian aneh terjadi yakni saya mendapatkan broadcast bbm kalau akan terjadi pembegalan di kawasan puncak bogor dan sekitaran cibinong sehingga membuat pikiran dan perasaan bareng ruchdi dan syukri jadi tidak tenang serta merasa was – was mendengar berita tersebut, setelah beberapa saat merebahkan badan di rumah ruchdi kami pun semua berangkat dan kurang dari 200 meter kami berjalan musibah kecil menimpa kami kalau motor yang saya boncengi bareng syukri mengalami ban bocor dan akhirnya kami memutuskan untuk tidak berangkat ke puncak malam itu juga dengan pertimbangan bahwa berita yang barusan saya terima itu mungkin benar dan sebuah pertanda kalau saya harus tetap di rumah ruchdi serta menikmati malamnya sabtu cerah bareng candaan dan guyonan khas ruchdi dan syukri.

Perjalanan pun kami tunda dan terpaksa tidak bisa kami lanjutkan dikarenankan ban syukri mengalami kebocoran dan tidak bisa ditambal seketika itu serta dalam kondisi yang kurang fit jadi perjalanan pun terpaksa kita undur sampai besok sabtu pagi. Istirahat sejenak ternyata sudah jam 05.30 pagi namun saya dan kedua teman saya yakni ruchdi dan sykuri masih menunggu kabar dari orang rumahnya kalau mau ke puncak bogor harus disirahkan dua bulan atau tiga bulan lebih.

Senin, 20 Oktober 2014

Sahabat Perjuangan Kosan Al – Asr



Selama kurang lebih 4 tahun jauh dari keluarga dan hidup dalam perjuangan sebagai anak rantauan membuat diri dan jiwa ini kuat dan belajar banyak hal salah satunya adalah tentang arti sahabat yang bisa membantu dalam suka dan duka, kini menjadi satu angkatan dalam keluarga besar Teknik Informatika 2010 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Bulan Oktober sudah memasuki akhir tanggalnya dan November pun akan segera tiba, dikala itu ada moment yang paling berharga yakni sebuah kesuksesan bagi seorang Mahasiswa S 1 yaitu Wisuda, harapan itulah yang kini kita mulai bangun dalam sebuah kosan yang kami beri nama Al Asr berarti Waktu dan kita akan senantiasa ingat akan waktu tidak akan pernah kembali lagi dalam angan maupun mimpi kita yang telah lalu dan oleh karena itu kita bertiga sebagai sahabat perjuangan di kosan Al Asr harus bisa menginspirasi dan mengingatkan antara satu dengan yang lainnya tanpa ada rasa dendam dan amarah.
Sahabat perjuangan kosan Al Asr yang terdiri dari Muhammad Mubin, Dimas Prayoga dan Agus Firdaus akan selalu berlomba – lomba dalam sebuah kebaikan dan senantiasa berbagi inspirasi serta saling mengingatkan jikalau kita merasa lalai akan tujuan utama dari kampung halaman masing – masing, karena tujuan utama kita adalah belajar dan membuat orang tua kita bangga dengan prestasi yang telah kita capai selama bangku kuliah dan terus mencoba menginspirasi kepada sesama dan lingkungan sekitar tempat kita tinggal.
Kosan Al Asr akan terasa indah dan ramai dengan canda tawa sosok Gepe yang membuat hati dan pikiran menjadi terbuka jikalau kita merasa suntuk akan masalah dan hiruk pikuk kehidupan kampus yang sangat penuh intrik dan dinamika tiada henti, disisi lain ada sosok sahabat yang sangat bijak dan memiliki pemikiran dewasa yakni Agus Firdaus yang akrab disapa Afi. Entah apa yang telah membuat kita akur dan akrab akan kebersamaan selama kita berada di bumi rantauan ini, Semoga kedepannya akan selalu istiqomah dalam kebaikan dan perlindungan Allah SWT dengan berbagi dan saling mengingatkan antara satu dengan yang lain demi kebaikan dan kemaslahatan kita kedepannya.
Sahabat Kosan Al Asr

“ Sebuah Coretan tinta hitam ini saya buat sebagai rasa ucapan terimakasih yang dalam kepada sosok sahabat seperjuangan Agus Firdaus dan Gema Prayoga ( GEPE ) yang senantiasa menginspirasi dan menghibur saya dikala banyak masalah maupun lagi banyak cobaan yang bertubi – tubi dan tiada henti”

Tiada Hal yang berarti kecuali kebersamaan dan canda tawa para sabahat seperjuangan di kosan Al Asr yang mempresentasikan bahwa seorang sahabat bisa diajak berbagi baik dikala senang maupun susah dan hal tersebut akan membuat kita ingat selalu bahwa hidup itu akan indah jika terus diperjuangkan dengan titik darah penghabisan sebagai semangat generasi muda yang ingin membangun kebahagiaan dan masa depan Indonesia Lebih Baik dan Bermartabat.

Mahad UIN Jakarta
20 Oktober 2014

Sang Pejuang Masa Depan

Rabu, 24 September 2014

Menjadi Abdi Negara



Abdi Kebanggan Negara
Aku Seorang Pemuda yang memiliki visi dan misi nyata untuk membangun Indonesia jaya kedepannya, aku berharap nantinya Negeriku Indonesia akan menjadi salah satu Negara Terbesar dan tercanggih dalam bidang teknologinya serta maju serta terpandang dalam bidang pendidikannya. Mimpi - mimpi itu akan selalu bisa diwujudkan dengan hal dan tindakan kecil yang kita bisa lakukan sekarang.Saat ini tepat usiaku menginjak kepala 2 dan menjelang usia 25 th aku berharap bisa terus berproses untuk maju kedepan serta lebih bijak lagi menyelesaikan masalah hidup tanpa harus mengeluh dan bermuram durja karena hal tersebut tiada guna.

Menjadi Pemuda abdi Indonesia merupakan hal yang wajib dan harus dilakukan bagi para pemuda yang telah begitu banyak terbantukan dengan berbagai fasilitas yang telah diberikan oleh bangsa ini mulai sejak kecil sampai dewasa kini, aku mencoba berpikir dan bernalar ketika pendidikan di Negeri ku ini masih kalah jauh tertinggal dengan Negeri seberang malaysia maupun Singapura, dan hal tersebut membuat hati ini merasa pilu dan sedih apa yang sebenarnya terjadi dan menimpa Negeriku Indonesia?

Menyalahkan bukanlah saatnya dan berjuang adalah seharusnya dilakukan para pemuda yang ingin memperbaiki semuanya dan menjadi tantangan terbesar para pemuda kini adalah rasa kemalasan untuk maju dan berjuang demi Indonesia Jaya. Langkah kecil yang pasti akan membuat diri dan jiwa ini terus berproses melangkah ke arah yang lebih baik lagi kedepannya.

Setiap manusia punya mimpi dan cita apalagi seorang pemuda, ya inilah saya dan kondisi sekarang dalam berjuang dan memperjuangkan mimpi - mimpi saya kedepannya, aku akan terus berjuang serta berproses menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepannya. Tak segan untuk bertanya dan berinovasi menjadi sosok Pemuda Harapan Bangsa yang bisa membanggakan Negeri Indonesia Tercinta.

@Kantor LIPI Gatot Soebroto Jakarta

Kamis, 18 September 2014

UIN Has Gone Google

 Auditorium Harun Nasution penuh sesak dan ramai dengan ratusan mahasiswa yang antri untuk mengantri masuk ke dalam Audit dalam rangka mengahadiri Lanching " UIN Has Gone Google",  acara yang bertajuk warna - warni serba google ini terselenggara atas kerjasama GSA UIN, DEMA Universitas dan Pustipanda. 
"UIN Has Gone Google" Merupakan acara launching besarnya teknologi google yakni Google Apps For Education yang masuk ke dalam lingkungan Civitas Akademika UIN Jakarta, tutur Ketua Panitia acara ini Almas Shabrina, UIN Has Gone Google ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Sudarnoto Abdul Hakim MA dan dilanjutkan dengan pemukulan gong tiga kali yang didampingi oleh perwakilan pihak Google Indonesia Yansen Kamto selaku CEO dari Kibar Indonesia. Selain dari launching dan seminar yang diisi oleh Yansen Kamto, acara ini dillanjutkan dengan Workshop tentang Google Apps For Education ( GAFE ) yang dibawakan oleh team dari Google Student Ambasadors dari kampus UIN Jakarta, Universitas Indonesia, dan Binus University,dan Parahyangan. Para GSA sangat antusias dan merasa senang bisa ikut serta menikmati dan menjadi bagian dari acara UIN Has Gone Google.
Salah satu peserta merasakan dan berkomentar bahwa " acara UIN Has Gone Google keren dan mantapps abiss" tutur Ade Arief Putra yang merangkap sebagai pemandu acara ini. 





Rabu, 10 September 2014

Belajar Merawat Indonesia

Siang ini terdiam dengan sebuah karya anak bangsa yang telah menginspirasi di berbagai berita yakni sosok pemuda Indonesia yang dengan Ide kreatifnya bisa menjadi bagian dari perubahan Negeri ini dengan menjadikan Negeri Indonesia sebagai tujuan utamanya. Siapakah dia yakni sosok para pemuda yang senantiasa menginpirasi dan memberikan energi positif bagi langkah dan kemajuan saya dalam menjalani sebuah perubahan di lingkungan sekitar.

Yang Pertama adalah Kak Ayu Kartika Dewi sosok kartini masa kini yang berdedikasi untuk merawat Indonesia dengan karya dan aksi nyata salah satunya adalah sebagai Perumus Sabang Merauke, kak Ayu panggilan akrab saya , setiap ketemu selalu banyak insiprasi dan energi positif memancar dari auranya. Sosok yang hangaat dan bersahaja menjadikan kak ayu terpilih menjadi salah satu Pengajar Muda dari Gerakan Indonesia Mengajar Angkatan pertama, dan kak ayu tidak berhenti sampai disini beliaupun terus berjuang untuk terus merawat Indonesia dengan aksi nyata dan mengsinpirasi pemuda lainnya dengan gerakan - gerakan positif yang diinisiasi oleh beliau. Salah Satu gerakannya adalah Sabang Merauke ( Seribu Anak Bangsa Merantau Untuk Kembali ) sebuah gerakan anak muda yang ingin menanamkan  3 nilai dasar sabang merauke, yakni Toleransi, Pendidikan Tinggi dan KeIndonesiaan, dalam hal ini kak ayu sangat memberikan peran penting demi tumbuh kembangnya Sabang Merauke menjadi sebuah gerakan yang solid dan terus maju kedepan demi merawat Indonesia yang lebih baik lagi.


Yang Kedua adalah sosok Pemuda Hebat alumni dari FE UI 2007, ya beliau adalah Founder dari Kitabisa.co.id yakni Kak Muhammad Alfatih Timur biasa dipanggil kak Timi, beliau adalah sosok yang low profile dan banyak sekali prestasi yang telah diraihnya, salah satunya adalah Inisiator Sosial Preneur dari Indonesia, kak timy sosok pemuda yang santun dan teladan di berbagai lingkungannya ini merupakan bagian dari Keluarga besar Forum Indonesia Muda dan beliau sangatlah menginpirasi dan begitu banyak kontribusi yang telah dicapai demi merawat Indonesia melalui berbagai kegiatan dan aksi - aksi positif lainnya. 

Dalam hal ini sebuah pembelajaran yang berarti bisa kita teladani dari sosok  pemuda dan pemudi hebat untuk bisa ikut serta merawat Indonesia lebih baik lagi kedepannya tanpa harus menjadi pribadi yang apatis terhadap berbagai permasalahan yang ada di Negeri ini, seharusnya kita sebagai pemuda harus menjadi Penggerak Perubahan bukan sebagai pembawa masalah ataupun hanya menuntut sebuah perubahan dari orang lain yang tidak ingin berubah.

Belajar merawat Indonesia dengan aksi nyata dan membuat gerakan - gerakan positif lainnya menjadikan Indonesia sejahtera dengan para pemuda yang penuh harapan dan semangat juang tinggi kedepannya. Berbagai aksi nyata yang telah terdengar namanya di berbagai media adalah Earth Hour Indonesia, Sahabat Anak, Forum Indonesia, Indonesia Mengajar, Buku Untuk Papua, Save Child Street, Dompet Dhuafa Volunteer, Id Berkebun, Diet Kantong Plastik, Nebengers dan masih banyak lagi. Semoga Indonesia kedepannya akan sejahtera dengan aksi dan gerakan positif lainnya yg akan terus menerangi Indonesia Negeriku tercinta.


Ciputat, Thursday Sep 2014

Sabtu, 16 Agustus 2014

MAHASISWA ADA UNTUK INDONESIA



Entah kenapa aku bisa menjadi sosok mahasiswa yang sangat beragresi dan berambisi memajukan Negeri ku tercinta, akan tetapi semua itu tak akan terwujud jikalau hanya omong kosong belaka, aku harus bertindak dan memulai suatu hal dan aksi nyata demi memberikan sebuah kontribusi lebih bagi bangsa dan tanah air tercinta. Negeriku Indonesia yang memiliki 34 provinsi dan 17.508 pulau yang membentang luas menghiasi negeri ini, akankah semuanya akan sirna dan tidak berarti bagi kemaslahatan umat jikalau SDM nya terus dan terus seperti ini, di berbagai sector pemerintahan mulai terindikasi bahwa tindakan KKN semakin merajalela dan membuat resah masyarakat awam yang seyogyanya mendapatkan perlindungan dan penanganan yang berarti dan berdampak bagi kebahagiaan mereka, satu dan lain hal berbagai permasalahan itu muncul dan terus menuai banyak kecaman dari berbagai pihak namun hal itu tidak berarti jikalau tidak ada yang bisa memberikan solusi terkait adanya berbagai permasalahan yang ada dengan aksi dan tindakan yang bermanfaat bagi sesama dan masyarakat sekitar. Aku baru saja bangun dari tidur panjang ku selama ini namun penyelasan yang telah lalu tidak akan bisa merubah segalanya tapi aku mencoba memperbaiki semuanya dengan berbaik sangka kepada sesama dan merubah lingkungan kecil yang ada disekitar saya kini. Hari ini merupakan hari kemerdekaraan R.I yg ke 69 namun rakyat yang seharusnya sudah merdeka dari berbagai penjajahan tetap saja mengalami penderitaan yang bertubi – tubi tanpa henti. Mencoba mengatasi berbagai permasalahan ini dengan berkontribusi terhadap negeri dengan menjadi sosok mahasiswa sejati penuh arti di setiap aksi nyata membawa sebuah gerakan positif bagi kelangsungan dan kebahagiaan masyarakat luas itulah hal yang saat ini aku coba lakukan bersama kawan – kawan yang mempunyai visi dan misi membangun Indonesia jaya kedepannya.
Aku berpikir dan bernalar saat ini alangkah sedihnya negeriku Indonesia jikalau banyak para mahasiswa nya hanya berorientasi untuk mendapatkan pekerjaan dan menjadi pegawai tetap di berbagai instansi pemerintahan maupun menjadi karyawan dengan gaji yang besar namun melupakan banyak hal yakni membantu dan peduli terhadap masyarakat yang membutuhkan lainnya, bernalar dan berpikir kedepan bahwa cahaya positif negeri ini dimulai dari sosok para mahasiswa yang tahan banting dan berpikir untuk memajukan Indonesia menjadi negeri Macan Asia seperti apa yang telah di katakan oleh para pahlawan yang gugur mendahalui kita, selamat hari jadi Negeri ku Indonesia tercinta semoga senantiasa menjadi Negeri yang ramah, subur serta yang paling penting adalah akhlak para masyarakatnya bisa menjadi semakin baik lagi tanpa pengurangan nilai – nilai moral seperti apa yang terjadi saat ini.


Ciputat,17 agustus 2014
MENDIKNAS 2034

Prof. Muhammad Mubin P.hD

Selasa, 12 Agustus 2014

Perjalanan Panjang Sang Pejuang Part II


Perjalanan Menuju Kota Surabaya

Setelah sejenak menikmati indahnya kota Semarang yang elok dan indah akan sejarahnya dan salah satunya adalah Lawang Sewu dan Tugu Muda yang terletak di antara Jl.Pemuda perjalanan pun dilanjutkan dengan menaiki sebuah bus kota menuju kota Brebes Jawa Tengah. Sebelum mendapatkan Bus Kota yang nyaman dan enak untuk dinaiki terjadi sedikit ketidak beresan karena tiket bus Semarang - brebes yang seharusnya 50rb dipatok menjadi 85rb dan hal itupun saya sadari ketika sudah jauh dari kota Semarang ketika ada kondektur Bus yang menanyai saya terkait karcis bus dan minta bayaran lagi ke saya. Dalam hati kecil saya pun oke oke saja sekalian dapat pengalaman baru kalau naik bus Kota antar daerah harus mengerti rute dan berapa jumlah ongkos yang harus dibayarkan namun hal tersebut kurang dimengerti bagi saya dan kejadian ditipu Calo pun terjadi. ( Hehheeh ... tapi gk apa sebuah pelajaran yg berarti ).


Mas Gege In Action @Lawang Sewu
Setelah perjalanan kurang lebih dari kediaman mas gege di kota semarang tepat pukul 01.30 dini hari sampai kaki saya menginjakkan di bumi kota Tegal tepatnya di Terminal kota Tegal dan sayapun tidak mengerti dimana dan harus kemana saya kemudian nantinya setelah sampai di kota Tegal, berhubung kondisi yang perut yang lapar dan haus akhirnya saya sejenak mencari tempat duduk dan menikmati santap malam yang diberikan bekal oleh ibunda Mas Gege dari Kota Semarang ( Makasih Ibu nya mas Gege ) sangat berarti dan bermanfaat di pagi hari dan dingginnya kota Tegal menikmati sesuap dan dua suap nasi yang agak terlambat untuk di makan tapi tak apalah dari pada terasa perut keroncongan gak karuwan makan aja dulu yang ada, setelah makan malam di terminal kota tegal perjalanan pun di mulai dengan Ojek menuju kota Brebes yang kurang lebih 30 menit dari Terminal kota Tegal menuju kediaman Kastari. Sesampainya di kota brebes kurang lebih pukul 02.00 sambutan hangat dari kawan seperjuangan Kastari sangat berarti karena kedatangan saya telah dinanti sebelum dini hari ini menyapa.
Tugu Muda Kota Semarang
Sudut Area Lawang Sewu


Setelah istirahat sejenak dan menunaikan sholat subuh perjalanan dimulai menuju bumi Ibukota Jakarta bersama Bus Kota antar Propinsi Dewi Sri menuju Ciputat, terasa nyaman di awal namun setelah berjam - jam di dalam bus ini yang jujur tanpa AC dan kipas terasa bahwa kehidupan ini begitu indah jika kita bisa menikmati dan menghargai sebuah proses yang dimulai dan untuk meraih sebuah kesuksesan harus tetap sabar dan terus berjuang sampai batas maksimal, hal yang sangat saya tidak inginkan adalah rasa sakit di kepala saya membuat badan dan tubuh saya menggigil karenanya dan mual dan muntah pun terjadi, campur aduk antara keringat, panas dan asap rokok yang mengepul kondisi bus yang saya tumpangi membuat hati kecil saya berontak dan menjerit bahwa cukup pengalaman ini saya alami pada diri saya bukan untuk saya bagikan ke anak istri dan keluarga saya kelak. setelah kurang lebih hampir 12 jam perjalanan panjang dari kota brebes menuju Jakarta akhirnya tepat pukul 21.30 WIB saya kembali menginjakkan kaki di asrama Mahad dimana saya harus kembali memulai aktivitas dan rutinitas seperti biasa. Dalam perjalanan panjang ini saya berharap bisa mengambil banyak hikmah kehidupan bahwa sebuah proses kehidupan itu harus dijalani dengan rasa syukur dan perjuangan lebih baik lagi namun ketika masalah dan kondisi tidak sesuai dengan harapan kita janganlah sekali - kali menyalahkan Tuhan karena dengan cobaan dan masalah yang ada kita bisa semakin kuat dan semakin lebih baik lagi kedepannya.




Ciputat, 13 Agustus 2014
*Terima Kasih Mas Langitantyo Tri Gezar, Kastari dan seluruh penumpang Bus Dewi Sri Brebes - Jakarta yang telah banyak memberikan ilmu yang luar biasa tentang sebuah kehidupan.

Senin, 04 Agustus 2014

Perjalanan Panjang Sang Pejuang Part 1


Sang Pejuang
Entah apa yang membuat jari jemari ini harus menari nari diatas keyboard yang begitu kaku akan perwakannya dan aku pun mulai menyapa dikala mala mini harus beruasaha membuat sebuah tulisan yang berarti bagiku sendiri khususnya ataupun bagi teman seperjuanganku yang membaca tulisan ini. Sebuah perjalanan panjang telah aku lalui selama kurang lebih dua hari ini untuk menuju ibukota Jakarta demi menuntut ilmu kembali di bumi perantauan dan memberikan sebuah inpirasi bagi sesame, saya mencoba bertahan dan bersabar dalam berbagai halangan dan rintangan selama perjalanan panjang menuju ibukota Jakarta, kurang lebih 35 jam perjalanan panjang menuju Jakarta setelah pulang kampung dari Tuban Jawa Timur saya mencoba naek bus dari tuban menuju semarang yang penuh perjuangan sangat, entah kenapa saya tetap bertahan dan terus berjuang tanpa kenal lelah meskipun keringat bercucuran dalam tubuh mulai membasahi badan. Sapaan hangat dan senyuman riang terlihat dalam diri saya setelah sampai di bumi kota semarang setelah 5 jam perjalanan dari tuban Jawa timur.
Bertemu handai taulan mas Langitantyo Tri Gezar yang akrab di sapa Gege telah menyambut dan menyapa kedatangan saya di bumi Kota Semarang, setelah sampai di terminal terboyo saya langsung menuju pusat kota semarang untuk dikenalkan dengan teman – teman seperjuangan MPK SMAN 3 Semarang yang begitu akrab dan solid dalam sebuah kebersamaan Halal Bihalal Lebaran 1435 H ini, setelah berkumpul dalam acara tersebut bareng mas gege, perjalanan panjang pun dimulai yang awalnya langsung menuju kota Jakarta harus terhenti sejenak karena harus menikmati keindahan kota semarang di siang hari, tujuan utama adalah menuju lawing Sewu yang terletak di Jl. Pemuda kota semarang dan hal tersebut membuat sejarah baru dalam hidup saya bahwa sejarah tidak boleh dilupakan tapi harus diabadikan dalam sebuah foto maupun sebuah tulisan yang nyata, perjalanan panjang pun dilanjutkan ke kota semarang tengah menuju kediaman mas gege, dan senyum sumringah pun menyapa dari kejauhan, sapaan akrab dan hangat terpancar dari sosok beliau kedua orang tua mas gege yg menyambut kedatangan saya selaku teman  sejawat dari nun jauh Jawa Timur sana, setelah rehat sejenak di kediaman mas gege perjalanan panjang pun dilanjutkan menuju kota Jakarta, setelah kurang lebih perjalanan panjang sejam an menuju terminal mangkang untuk mendapatkan bus ke arah Jakarta saya pun berangkat menuju kota tegal dan selanjutnya penipuan di jalan terjadi akhirnya saya mencoba sabar dan pasrah pada sang Maha Kuasa…..

Bersambung…..

#IniCeritaKuManaCeritaMu

Selasa, 15 Juli 2014

Aku Untuk Bangsaku





AKU UNTUK BANGSAKU

Dikala Mentari mulai tersenyum
Semangat Juangku mulai membara dan Mendayu

Akan sebuah perjuangan para pahlawan yg telah Lalu
Kini saatnya aku harus semangat untuk Maju


Indonesia adalah Negara kita
Akankah Kita diam dengan Berbagai Permasalahan
Kini Saatnya bangkit dan Melangkah
Untuk Memajukan Bangsa dan Negara

Aku Untuk Bangsaku
Membangun bangsa dan Negara tercinta
Bermimpi yang nyata dan berjuang
Tanpa melangkah itu  tiada guna
Harus Berjuang dari diri Kita
Demi Nusantara Akan Jaya

Aku Untuk Bangsaku
Bermimpi jadi Pemimpin Negeri ini
Dengan Langkah kecil yang pasti
Untuk Indonesia Jaya Dua ribu empat Lima
Teruntuk Negeri tercinta
Aku Akan berusaha melangkah pasti untukNya

Diam adalah Masalah

Pagi ini saya mencoba mengumpulkan berbagai semangat dan inspirasi saya ketika memulai untuk menuliskan sebuah ksiah atau cerita yang bermakna dan enak dibaca, mungkin saya merasa tidak berguna atau tulisan saya kurang enak dibaca tapi saya mencoba untuk berlatih dan berusaha agar bisa menjadi seorang penulis yang menginpirasi orang lain. 
Sebuah pengalaman menarik dari perjuangan saya ketika saya memutuskan untuk " Diam" dan berlaku apatis terhadap semua yang ada di sekitar saya selama beberapa minggu namun hal tersebut membuat saya tidak semakin baik namun menjadi pribadi yang kurang berkembang dan mengimprovisasi diri seperti apa yang saya harapkan sebelumnya. Ya pikiran saya bahwa saya percaya berlaku diam merupakan masalah yang berarti bagi saya dan membuat jiwa dan pribadi ini tidak nyaman. semakin saya berlaku diam terhadap berbagai masalah di sekitar maka saya menjadi tidak berarti lagi bagi sesama.
kurang lebih empat tahun sudah saya duduk dibangku kuliah dan menjadi sosok mahasiswa yang dikira orang itu wah dan sangat bergengsi, memang benar pernyataan dan asumsi masyarakat memandang sosok mahasiswa tersebut akan tetapi akan lebih baik jika para mahasiswa yang ada saat ini tidak melakukan tindakan apatis dan hanya mementingkan diri sendiri.
Tak banyak yang bisa saya lakukan buat lingkungan saya namun saya mencoba dan berusaha menjadi pribadi yang berguna bagi sesama dan lingkungan dimanapun saya berada karena hal tersebut membuat saya menjadi pribadi semakin baik lagi kedepannya, tak ada gunanya juga hanya bermimpi menjadi orang besar namun menjadi pribadi yang baik buat dirinya sendiri saja belum bisa.

Muhammad Mubin || 16 Juli 2014
@Mahad UIN Jakarta || 7.23 A.M

Sabtu, 12 Juli 2014

Rumah itu adalah Mahad UIN Jakarta

Kenangan itu kembali terukir dalam sebuah kisah panjang yang mendayu dan syahdu atas diri ini selama tinggal di Mahad UIN Jakarta, sebuah tempat yang banyak memberikan isnpirasi dan ruang untuk terus berkarya dan mengukir prestasi sebaik mungkin. akankah waktu akan bisa berputar kembali dan mengukir sebuah sejarah baru akan adanya kisah perjuangan antara teman sekawan dari daerah perantuan

Rabu, 25 Juni 2014

Hidup adalah Perjuangan


Pagi ini sebuah hal yang menarik menjadi sebuah pelajaran yang berarti namun hati ini merasa ada yang salah pada diri, perjalanan panjang pagi ini memberikan dampak positif bagi perubahan karakter untuk bisa selalu lebih baik lagi. Harapan dan asa yang dulu tiada pupus oleh masalah – masalah yang menempa tapi semangat pun mulai mengakar kembali setelah melihat dan menyaksikan langsung sosok bapak dengan gigih dan perjuangannya menaklukan siang disertai teriknya panasnya ibukota Jakarta demi mencari nafkah untuk menghidupi anak dan istrinya.
Hati ini pun merasa kecil dan tidak ada gunanya ketika melihat hal itu, namun hati ini mencoba untuk terbuka dan mengerti akan pentingnya sebuah perjuangan hati yang tulus dan ikhlas akan menghasilkan sebuah semangat berarti yang tak terbendung oleh apapun itu.
Kini aku merasa lebih baik lagi setelah memberikan inspirasi dan motivasi kepada orang – orang terdekat di asrama yang saya tempati karena aku berfikir bahwa dengan adanya aku disini haruslah memberikan arti yang hakiki supaya apa yang telah aku dapatkan di luar bisa dibagikan kepada adik – adik seperjuangan yang penuh arti tersendiri. Sebuah perjuangan ini tidak boleh hanya berhenti disini namun perjuangan ini akan terus dikembangkan dan ditingkatkan lagi agar menghasilkan sesuatu hal yang bisa bermanfaat dan dimanfaatkan oleh banyak orang terutama untuk bapak dan ibu tercinta karena sebuah perjuangan sejati dimulai dari rasa ingin berbagi dan mengabdi untuk ibu dan bangsa tercinta.i
Sebuah perjuangan hidup hakiki tidaklah harus dimulai dengan sebuah tangisan penyelasan tiada henti namun akan lebih berarti jikalau kita selalu bisa berkontribusi memberikan sebuah arti dalam setiap tindakan dan aktivitas kita sehari – hari yang itu memberikan suatu perubahan bagi lingkungan yang kita tempati. Karena sejatinya hidup ini hanya sekali dan harus diperjuangkan untuk mendapatkan hasil terbaik nantinya.

 Prof. Muhammad Mubin P.hD || MENDIKNAS 2034

Minggu, 06 April 2014

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Rasa terharu dan senang menjadi satu ketika tawaran menjadi seorang guru sebagai salah satu agenda terdepanku untuk hari ini dan mendatang, kabar baik ini pun aku bagi bersama seluruh keluargaku di kampung halaman yang sangat bangga dan senangnya ketika mendapati aku sudah bisa menjadi seorang pahlawan tanpa tanda jasa di kota metropolitan ini. Aku berharap keputusanku menjadi seorang guru ini menjadikanku sebagai sosok pemuda yang tangguh dan lebih dewasa lagi kedepannya karena dengan menjadi guru kesabaran dan kedisiplinan diri ini di latih oleh berbagai aturan dan kondisi para siswa yang berbeda beda satu dengan lainnya.

Madrasah Pembangunan UIN Jakarta menjadi satu dari 100 harapanku untuk menggapai mimpi di usia mudaku dan kini aku telah tercatat sebagai salah satu guru di sekolah yang kata orang mahal dan diperuntukkan hanya orang kaya memasuki sekolah tersebut. Sekolah ini mengajarkanku banyak hal di awal aku masuk dan mengajar dengan profesi baru sebagai guru ini. Bangunan yang kokoh dan luas serta berbagai fasilitas bagi siswanya membuatku kagum dan terheran serta bertanya apakah aku sanggup dan bisa menjalankan amanat baru ini. Dan akhirnya akupun berkata dan berkomitmen dalam diri untuk bisa menjaga amanah ini dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Seminggu sudah ceritaku menjadi seorang Guru TIK di sekolah yang biasa orang bilang sekolah Favorit di kotanya dan akupun merasa bangga bisa menjadi bagian dari sekolah tersebut, satu hal cerita menarik saat pertama kali mengajar anak – anak SMA kelas XI, aku sebagai guru baru diajak untuk berkenalan dan memberikan sepatah dua patah sebagai rasa keingintahuan para siswa kepada sosok guru barunya dan hal itupun membuat aku menjadi bangga bahwa kini aku telah dewasa dan rasa menjadi seorang guru itu begini rasanya.
Guru sosok yang sangat berarti demi kemajuan bangsa dan negeri tercinta ini harus terus kita hormati dan hargai akan jasa dan perananny tanpa adanya sosok Guru kita bukanlah siapa – siapa, sosok guru telah banyak berkorban dan banyak pengabdian yang begitu besar bagi perkembangan prestasi dan pendidikan aku selama ini. Dan kini aku merasakan bagaimana rasanya menjadi sosok seorang Guru yang sesungguhnya.


Terima Kasih Bapak dan Ibu Guru ku yang luar biasa selama ini mulai dari Guru SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi dan untuk banyak guru kehidupan yang selalu menemani dan memberikan inspirasi buat perkembangan pribadiku selama ini.

Senin, 06 Januari 2014

Jambore Anak Yatim Dompet Dhuafa

Sejuknya pagi kota hujan membuat senyum sumringah adik - adik dari berbagai wilayah jabodetabek berkumpul bersama dalam keceriaan dalam acara Jambore Anak Yatim yang diselanggarakan di Saung Dolken Resort Bogor. Acara yang bertemakan Ceria, Bersaudara dan Cinta Indonesia ini terselengara atas kerjasama Dompet Dhuafa Volunteer dengan Saung Dolken yang berkolaborasi mengadakan kegiatan Jambore Anak Yatim 2014. Dalam Jambore kali ini jumlah peserta kurang lebih 200 anak yang berasal dari berbagai yayasan dan panti sekitar Jabodetabek dan hal ini merupakan acara terbesar pertama yang diadakan Dompet Dhuafa dan hasilnya pun sangat sukses besar.

Satu hal yang menarik dari acara ini adalah Wali Kota Bogor terpilih bapak Bima Arya P.hD mengahadiri acara ini sekaligus membuka acara Jambore Anak Yatim dengan memukul Kentongan sebanyak 3 kali didampingi Pemilik Saung Dolken dan Aparatur Pemerintah setempat. Jambore Anak Yatim ini pesertanya berasal dari 8 yayasan dari Jabodetabek dengan jumlah 200 anak yatim, jambore ini berlangsung dari tanggal 4 - 5 Januari 2014 bertempat di Saung Dolken Resort kota Bogor.

Jambore anak yatim ini acara pertama dari Dompet Dhuafa Volenter yang menurut saya sangatlah menarik untuk diagendakan sebagai acara tahunan karena memberikan dampak yang sangat positif bagi perkembangan anak - anak yatim di kawasan Jabodetabek khususnya. Dalam hal ini sebagai ketua panitia adalah Kak Indah Pratiwi yang sekaligus seorang alumni dari kampus UIN Jakarta memberikan komentar bahwa acara ini terselenggara dengan sukses berkat kerjasama dari teman - teman relawan DDV lainnya, Indah mengatakan bahwa " ini acara kita bersama, bukan acara saya pribadi jadi insyallah ini bisa terlaksana dengan baik".
Bagi saya acara Jambore Anak Yatim ini memberikan sebuah angin segar bagi adik - adik yang memerlukan perhatian dan hiburan tersendiri dan ini merupakan sebuah pencapaian terbaik untuk perkembangan bangsa yang lebih baik kedepannya. Saya berharap acara ini akan terus berlanjut sampai tahun - tahun berikutnya kelak.