Kamis, 07 Mei 2020

Kita dan Pendidikan Indonesia


Kenangan mengajar di Pulau Sebatik

Bulan Mei merupakan salah satu bulan dimana terdapat peringatan yang besar yang diperingati oleh Pemerintah Indonesia yakni Hari Pendidikan Nasional. Hardiknas merupakan hari dimana sejarah pendidikan dan berbagai hal yang berkaitan dengan pendidikan di ulas kembali mulai dari kurikulum pembelajaran, fasilitas sekolah, dan kesejahteraan para guru. Hal tersebut baru sedikit dari banyak nya hal yang masih menjadi PR besar bagi pemerintah. Sebenarnya bukan hanya pemerintah yang bisa menyelesaikan semua itu tapi kita sebagai salah satu warga Negara yang baik harus bisa ambil bagian dan menjadi generasi solusi untuk bisa mengurai tantangan-tantangan tadi kedalam sebuah solusi konkrit agar bisa dinikmati bersama.

Pendidikan bagi saya merupakan hal terpenting untuk bisa mengubah pemikiran dan keadaan seseorang menjadi lebih baik, artinya dengan adanya pendidikan kita sebagai manusia bisa memposisikan diri sebagai salah satu orang yang mengerti dan tahu mana hal yang baik dan mana hal yang buruk dan seberapa manfaat kita bagi lingkungan dan orang-orang sekitar. Pendidikan yang telah kita terima selama ini mulai dari SD, SMP, SMA dan tingkat Universitas menjadi sebuah refleksi tersendiri bagi kita bahwa sudah berapa banyak ilmu yang telah kita dapatkan di bangku sekolah formal selama ini dan sudah seberapa banyak ilmu yang telah kita bagikan kepada orang sekitar kita. Kurang lebih enam belas tahun pendidikan formal yang telah kita dapatkan selama ini, apakah sudah banyak ilmu yang kita dapat di bangku kelas formal yang bisa kita bagikan untuk lingkungan sekitar kita? Sebuah pertanyaan yang akan membuat kita berfikir bahwa pada akhirnya kita akan kembali ke dunia masyarakat bukan ke bangku sekolah formal selamanya, masyarakat akan menilai bahwa orang berpendidikan merupakan orang yang mengerti unggah ungguh (sopan santun) dan nilai-nilai budaya setempat baik tata karma maupun lainnya.

Hal menarik yang menurut saya penting terkait peningkatan pendidikan di tanah air adalah keterlibatan masyarakat umum untuk bisa menjadi bagian dari solusi dalam tantangan pendidikan kita selama ini, masyarakat sekitar bisa bersatu gotong royong saling menguatkan dan saling mengisi untuk bisa memajukan pendidikan melalui peran-peran yang bisa dilakukan seperti ikut serta mengontrol anak didik mereka, ajakan untuk meningkatkan minat baca di rumah dan keluarga serta bisa bekerjasama dengan para guru dan pihak sekolah apa yang sebenarnya diperlukan dari sekolah agar bisa menjadi salah satu elemen kemajukan pendidikan di tingkat sekolah itu sendiri. Peran orang tua, masyarakat sekitar dan orang tua sangatlah penting untuk bisa memajukan pendidikan di negeri kita karena pada dasarnya dari awal pendidikan itu dimulai dari keluarga, mayarakat dan lingkungan sekolah. Pemerintah hanya lah sebagai perantara dan penentu kebijakan yang membuat pendidikan akan bermuara kemana nantinya.

Pengalaman saya yang pernah diberikan kesempatan belajar selama satu tahun menjadi guru sekolah dasar di Pulau Sebatik Kalimantan Utara salah satunya adalah melihat bahwa tantangan pendidikan itu masih ada dan akan terus ada jika kita sebagai generasi terdidik tetap diam saja melihat semua tantangan pendidikan di Negeri ini. Kita bisa berbuat hal yang nyata untuk bisa membantu sesama baik itu hanya sekedar memberikan informasi-informasi yang berguna bagi guru sekitar atapun bisa bergerak langsung dengan kerjasama bersama para guru melalui komunitas-komunitas guru penggerak ataupun berbagai kegiatan pendidikan yang menarik lainnya. Peran masyarakat umum sangatlah diperlukan agar bisa memajukan pendidikan di negeri kita ini karena satu mayarakat umum yang bisa berpartisipasi akan memberikan arti tersendiri untuk kemajuan pendidikan Indonesia ini. Pengalaman mengajar di daerah yang sulit mendapatkan akses informasi adalah salah satu kendala bahwa pendidikan kita masih belum merata, fasilitas yang dimiliki sekolah di daerah juga menjadi tantangan tersendiri, selain itu kesejahteraan para guru honorer di daerah sangat perlu diperhatikan karena mereka punya keterlibatan yang kuat sebagai penopang pendidikan di sekolah dan perhatiannya akan terpecah jika hal-hal yang berkaitan dengan tunjangan dan kesejahteraan dari pihak pemerintah masih belum optimal diberikan kepada para guru tersebut.

Peringatan Hardiknas tahun 2020 ini menjadi sebuah pengingat dan refleksi kita sebagai anak muda dan generasi penerus bangsa bahwa kita telah diberikan kesempatan telah mendapatkan pendidikan terbaik dan telah menjalankan proses pendidikan hingga akhir di tingkat pendidikan tinggi. Tugas rumah kita yang harus kita selesaikan bersama adalah kita bisa berkolaborasi dan kerjasama untuk berbagi peran mengurai berbagai tantangan pendidikan di Negeri ini menjadi sebuah solusi-solusi dan aksi konkrit yang bisa kita selesaikan bersama. Semua tantangan pendidikan di negeri kita akan terasa ringan jika kita selalu bergandeng tangan saling membantu satu dengan lainnya mengatasi hal ini semua. Peran pemuda masa kini tidak lagi hanya berpangku tangan melihat permasalahan yang ada namun pemuda masa kini harus bisa memberikan arti dan solusi bagi kemajuan pendidikan Negeri. Bapak pendahulu kita Ki Hajar Dewantara mengajarkan kita bahwa “ TUT WURI HANDAYANI” sebagai semboyan pendidikan negeri ini harus selalu terpatri di sanubari pemuda masa kini.


Jakarta, 07 Mei 2020
Mas Mubin


Rabu, 06 Mei 2020

Menjadi Suami di Tengah Pandemi



Pantai Indrayanti Yogyakarta
Tahun 2020 menjadi sebuah perjalanan baru bagi saya dalam menjalaninya karena begitu banyak tantangan dan pembelajaran yang membuat diri ini agar terus belajar menjadi pribadi yang bijak dan dewasa kedepannya. Awal 2020 ini status saya sudah tidak lagi sendiri namun sudah menjadi suami dari seorang istri yang akan terus membersamai saya nanti hingga akhir nanti. Tanggung jawab dan amanah pun bertambah baik secara fisik dan mental serta pengetahuan harus terus bertambah agar semua yang dijalani akan menjadi suatu hal yang bisa diatasi. Amanah baru menjadi seorang suami dari seorang istri yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda harus bisa mengalah dan tidak menuntut sebuah kesempurnaan dalam setiap harinya, belajar untuk menjadi teladan dalam setiap hal baik itu perkataan maupun perbuatan apalagi di akhir-akhir ini begitu banyak tantangan yang terus ada dalam rumah tangga kami.

Semester pertama di tahun 2020 tantangan hadir berupa pandemi di bumi pertiwi, begitu banyak hal-hal yang harus di sesuaikan bersama istri baik itu pekerjaan, saling bagi tugas dalam urusan rumah tangga maupun urusan pengetahuan dan tanggung jawab agar bisa selalu waras menghadapi segala tantangan yang ada. Saya sebagai suami terus memberikan semangat dan dukungan penuh kepada Istri dengan tugasnya sebagai perawat di salah satu Rumah Sakit di Jakarta. Dukungan dan semangat bisa dalam kalimat sederhana dan perhatian yang terus diberikan agar dalam menjalankan tugas mulai nya di tengah pandemi ini semuanya akan baik- baik saja dan tidak ada hal yang tidak di inginkan terjadi. Memberikan dorongan dan pengertian bahwa tugas mulia seorang tenaga medis sangatlah berarti bagi masyarakat sekitar karena saat ini menjadi yang paling dicari karena bisa membantu lingkungan sekitar yang membutuhkan.

Selain dukungan moril yang selalu diberikan, dukungan do’a juga senantiasa di panjatkan kepada Allah SWT bahwa apapun yang telah terjadi kepada Saya dan Istri nantinya telah tertulis di catatan besar yang telah dibuat oleh Sang Kuasa. Sebagai seorang Suami terus berusaha menjadi imam dan teladan yang baik dalam perkataan dan perbuatan agar bisa membawa Istri selalu dalam  hal kebaikan baik untuk diri sendiri maupun untuk sesama.

Pandemi ini merupakan cobaan bagi Negeri Indonesia khususnya dan dunia, cobaan ini pasti akan berakhir. Ketika semua ini berakhir akan banyak pembelajaran yang di dapatkan baik untuk diri kita maupun bagi orang lain di sekitar kita. Tak hanya semakin rajin untuk menjaga kebersihan tapi juga akan selalu meningkatkan rasa kepedulian terhadap orang sekitar. Bahwa kita hidup tidak sendiri dan akan selalu membutuhkan bantuan orang lain maka mulai dari diri ini mari kita bersama melakukan hal kecil untuk perubahan besar demi masa depan anak cucu kita nantinya. 

Jakarta, 06 Mei 2020
Mas Mubin

Selasa, 05 Mei 2020

Sobat Ambyar Berduka

Penampilan Om Didi dalam Konser


“Ing stasiun balapan kuto Solo seng dadi kenangan…..”

Itulah sebait lirik lagu dari sang maestro Pak De Didi Kempot yang selalu menemani masa kecil saya di waktu SD tempo dulu, lagu – lagunya sangat enak di dengar dan menjadi hiburan tersendiri untuk mengisi hari hari yang penuh dengan arti. Hari ini tepat tanggal 05 Mei 2020 di jam 07.30 WIB mendapatkan kabar kalau beliau Pak De kapundut dan pergi selamanya meninggalkan kita semua yang ada di Dunia ini. Rasa dan pikiran saya mendapatkan kabar tersebut langsung Ambyar tak ada lagi harus gimana, sedih, berduka dan sangat terpukul dengan kepergian beliau karena beliau selalu mengajari saya sebuah ketegaran dan sebuah perjuangan untuk terus berjuang dan tidak menyerah karena keadaan meskipun sedang putus cinta, patah hati maupun ditinggal nikah oleh sang kekasih hati.

Lagu dan setiap liriknya sangat mewakili perasaan- perasaan saya selama ini, ketika sedang terjatuh, ditinggal pergi oleh sang kekasih dan ketika kangen dengan kampung halaman semuanya terwakili lewat lirik-lirik lagu yang bikin senyum dan joget-joget sendiri.


Hari ini Pak De telah pergi ke Sang Maha Kuasa dan beliau telah meninggalkan karya yang tiada tara bagi para penggemarnya di negeri Indonesia tercinta, tidak hanya di Indonesia saja, mungkin di luar negeri Pak De juga sangat melegenda dengan dendang-dendang campur sarian yang sangat enak di dengar. Di puncak karirnya, Pak De telah memberikan banyak pelajaran yang sangat berarti bagi kita terkait jiwa sosialnya yang tinggi dan rasa kepedulian nya ke lingkungan sekitar, sebelum beliau pergi dalam panggilan Sang Kuasa Pak De telah ikut serta mengisi konser #dirumahaja yang di inisiasi oleh Narasi TV. Karena ada beliau konser amal tersebut terkumpul sejumlah dana sebesar 9 Milyar lebih. Selain di Narasi TV beliau juga telah memberikan penampilan terbaik di kompas TV dalam konser amal untuk para warga terdampak dari Covid-19 ini.Rasa kepedulian yang tinggi beliau mengajarkan kepada saya untuk terus bisa bermanfaat kepada sesama dan lingkungan sekitar.

Lagu – lagunya akan selalu saya kenang seperti Cidro, Stasiun Balapan, Sewu Kuto, Layang Kangen, dan masih banyak lagi kenangan- kenangan indah bersama beliau yang terus menemani di sepanjang hidup saya selama ini.

Terima kasih Lord the king of broken heart yang terus bermanfaat bagi sesama. Ingin ku ikut serta menyanyi bersama tapi belum kesampaian Pak De telah pergi selamanya.
Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik untuk mu disana Pak De.

Selamat jalan dengan kenangan indah yang terus terkenang selama nya bagi kami generasi muda Indonesia ini.

Mas Mubin
Salam Sobyat Ambyar
Jakarta Timur, 05 Mei 2020

Jumat, 18 Agustus 2017

Arti Kemerdekaan Bagi Saya


Upacara Bendera HUT RI ke 71 di Pulau Sebatik Kaltara 2016
Setiap tanggal 17 Agustus memiliki arti tersendiri bagi masyarakat Indonesia karena pada tanggal tersebut merupakan momentum sejarah bagi Negara Indonesia, selama kurang lebih 3,5 abad telah dijajah oleh Negara lain dan pada akhirnya tepat tahun 1945 Indonesia bisa mencapai kejayaannya dengan Merdeka yang ditandai dengan pembacaan teks proklamasi oleh Soekarno dan didampingi oleh Bung Hatta. Tepat tahun ini yakni tahun 2017 Indonesia telah memasuki hari jadinya ke 72 namun sudahkah Negeri kita Merdeka? Mungkin bisa ditanyakan ke pribadi masing – masing para pemuda Indonesia kini. Sudah kah kita bisa membanggakan Negeri ini dengan berbagai bidang yang telah kita tekuni selama ini? Sebuah pertanyaan itu pun muncul dalam benak diri saya ini untuk bisa meresapi arti kemerdekaan itu sendiri.

     Sesungguhnya arti kemerdekaan bagi saya adalah ketika kita bisa berkontribusi terhadap Negeri ini melalui bidang yang kita tekuni, tidak lagi menyalahkan berbagai hal yang ada namun mencoba mencari solusi dalam setiap permasalahan dan tantangan yang menemui kita, hal tersebut haruslah dimiliki oleh setiap pemuda di Negeri. Sudah begitu banyak tantangan dan permasalahan yang ada baik di sector Pendidikan, Budaya, Ekonomi, Sosial dan lainnnya namun masih jarang sekali para pemuda untuk tergerak hatinya berbuat sesuatu agar permasalahan dan tantangan tersebut setidaknya terminimalisir dengan adanya ide dan solusi serta tindakan nyata dari kita masing – masing. Dalam hal ini saya mencoba mengutarakan pendapat saya terkait pendidikan yang ada di Negeri ini, kurang lebih ada ribuan bahkan jutaan sekolah dasar di Negara kita namun peranan guru dan pemerataan akses pendidikan dan kualitas guru belum bisa disama ratakan, ketersediaan buku pembelajaran, media belajar yang mendukung proses belajar mengajar belum sepenuhnya terpenuhi dengan baik. Dan disinilah tugas kita sebagai Pemuda yang mengakunya harapan bangsa, janganlah kita hanya menunggu Pemerintah dan Aparatur Negara saja menyelesaikan tantangan tersebut namun kita bisa mulai dari diri kita masing – masing untuk ikut serta bertindak dan bergerak bersama menyelesaikan tantangan – tantangan tersebut.

     Sebuah fenomena yang menarik ketika saya diberikan kesempatan untuk tinggal di daerah perbatasan yakni Sebatik Tengah Kab. Nunukan Kalimantan Utara, keberadaan Sekolah Dasar yang cukup jauh dengan rumah para siswa namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat belajar para siswa, kondisi sekolah yang belum sepenuhnya mendapatkan fasilitas penunjang pembelajaran ideal tidak menghambat proses belajar mengajar setiap harinya.

     Di daerah – daerah Indonesia masih ada harapan yang bermunculan untuk mewujudkan generasi emas Indonesia nantinya tepat di tahun 2045 yakni ketika usia kemerdekaan RI ke – 100, maka tunas – tunas muda akan tumbuh dan bermunculan dari daerah – daerah yang kini telah disiapkan oleh berbagai instansi pemerintah maupun lembaga – lembaga sosial yang fokus terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia.

       Tantangan bagi kita sebagai pemuda adalah maukah kita bergerak bersama? Maukah kita meluangkan sedikit waktu kita untuk bisa berkontribusi dan mencoba memikirkan hal – hal kecil bagi kita namun sangat berpengaruh besar bagi perkembangan pendidikan di Indonesia kedepannya. Hanya melalui pendidikan Indonesia akan bisa maju dan berkembang menjadi Negeri yang disegani bangsa – bangsa lainnya di dunia karena Pendidikan merupakan kunci seorang anak manusia bisa memberikan arti tersendiri bagi kelangsungan hidupnya maupun bisa menjadi kebanggan keluarganya. Jika kita sebagai pemuda hanya bisa mengkritisi dan mencaci keadaan yang ada, hal tersebut tidak akan pernah mengubah keadaan namun hanya akan menambah beban pikiran masyarakat yang mendengar hal – hal negatif yang kita ucapkan dan pikirkan.  Mari bersama di usia Indonesia yang sudah memasuki lebih dari 7 dasarwarsa kita sebagai pemuda bisa mencari solusi terkait permasalahan yang ada, berkolaborasi dan bergerak sesuai bidang kita masing – masing demi mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045 nantinya.

Tangerang Selatan, 18 Agustus 2017

 || @mubinsae ||

Selasa, 01 Agustus 2017

Sociotrip Smart Ekselensia Dompet Dhuafa


Perjalanan menuju wilayah yang dingin nan sejuk Puncak Jawa Barat dilalui dengan berbagai hal yang membuat saya merasa tertantang karena pada dasarnya hari ini merupakan satu hari dimana bisa bertemu anak – anak hebat dari  sekolah Smart Ekselensia Dompet Dhuafa pendidikan yang mengikuti sociotrip di daerah puncak bogor yakni di Taman Wisata Matahari. Tempatnya sejuk nan indah, berbagai wahana permainan terdapat di area wisata ini salah satunya adalah Perahu Naga yang bisa di manfaatkan oleh para siswa smart. Para siswa smart berasal dari parung jawa barat sudah berkumpul jam 7 pagi di lokasi untuk mendapatkan briefing awal terkait konsep acara dan lainnya untuk dilakukan seharian ini oleh tim dari Navigatour yang dalam hal ini diwakili oleh Kang Fahmi sebagai CEO dari navigaotur travel agent, selanjutnya setelah hampir 15 menit dilakukan paparan terkait acara dll kepada para siswa akhirnya para siswa yang berjumlah 98 hampir 100 dibagi menjadi 12 kelompok untuk melakukan berbagai permainan dan tantangan dari tim panitia untuk diselesaikan sampai batas akhir waktu yakni pukul 12.30. berbagai permainan dimainkan oleh para siswa seperti mengajak para pengunjung tempat wisata membuang sampah pada tempatnya, mengenalkan masyarakat sekitar tahu tentang Dompet Dhuafa dan mengajak pengunjung untuk membeli dagangan dari penjual lain sehingga para siswa berusaha membantu menjualkan dagangan penjual sekitar.

Keseruan Kelompok 12 dalam menyelesaikan tantangan


Salah satu peserta menyelesaikan tantangan 



Peserta beradu cepat dalam menyelesaikan tantangan

Setelah selesai menyelesaikan 6 pos yang telah disediakan oleh panitia para peserta merasakan keseruan dan kepuasan tersendiri mengikuti acara sociotrip ini berlangsung. Salah satu siswa terlihat asyik dan antusias untuk mengambil gambar indahnya tempat wisata yang indah di area taman wisata matahari yang mengagumkan dipandang mata. Syukur rasanya saya bisa membersamai anak – anak terbaik dari sekolah smart dalam melakukan acara sociotrip hari ini. Dan acara pun setelah selesai perjlanan menuju 6 pos dilanjutkan dengan sesi refleksi secara general oleh trainer maxima yang dinantikan para peserta pastinya. Berbagai permainan dan pertanyaan – pertanyaan menarik untuk menggugah para peserta berkaitan dengan nilai – nilai dompet dhuafa pendidikan yakni SMART, yang merupakan motto dari sekolah Smart pendidikan dompet dhuafa itu sendiri. Tak terasa waktu telah senja dan para peserta pun harus melaksanakan sesi terakhir yakni foto bersama dan bersalam – salaman dengan para panitia yang telah berusaha kerja keras memberikan persiapan terbaik dalam acara sociotrip ini. Dan semua ini terselenggara atas kerjasama dari berbagai pihak yang telah mensukseskan acara sociotip dompet dhuafa pendidikan bagi para siswa Smart pendidikan dompet dhuafa pendidikan. Semoga acara sociotrip tahun ini  tidak hanya membuat para siswa merasakan kesenangansesaat saja, namun bisa mengambil hikmah pembelajaran yang berarti dari berbagai kegiatan seharian ini. Semoga kedepan nilai – nilai dari SMART akan terpatri dalam sanubari para siswa itu sendiri.


Selasa, 18 Juli 2017

Pengajar Jelajah Nusa 2017


Sebuah perjalanan dalam memberikan kebermanfaatan kepada bangsa ini dimulai dari hal kecil dari apa yang kita bisa untuk bisa berkontribusi bagi Negeri ini tanpa ada harapan dan jasa kembali, tak perlu banyak berkata – kata dan wacana ria namun bukti nyata yang tulus dari hati akan memberikan sebuah janji yang hakiki untuk Negeri.
 

Salah satu narasumber di Pelatihan PJN 2017

Program Jelajah Nusa merupakan sebuah sarana investivasi masa depan bagi generasi milenials yang sedan tumbuh dan berkembang di era 2000an yang ingin berkontribusi untuk negeri dalam sebuah program pengabdian masyarkat di ujung Negeri. Dari proses yang cukup panjang yakni seleksi mulai dari essay, prestasi, pengalaman organisasi dan aktivitas lainnya telah terkumpul 5788 pendaftar dari siswa SMA sederajat dari sekluruh Indonesia dan nantinya akan terpilih 18 anak yang siap dikirim ke 3 tempat untuk melakukan edu trip dan edu care selama kurang lebih satu minggu di desa penempatan Indonesia Mengajar yakni Kabupaten Banggai, Natuna dan Kabupaten Aceh Utara. Sebuah kebanggan tersendiri bisa membersamai anak – anak terbaik dari Negeri ini, 18 anak telah terpilih dari proses seleksi yang cukup ketat dan siap mendapatkan pelatihan dan pengajaran sebelum diberangkatkan ke daerah penugasan selama seminggu di desa. 

Tim Kabupeten Natuna PJN 2017

Setelah proses seleksi dilakukan para peserta terpilih mengikuti pelatihan selama dua hari di Kinansih Resort Depok untuk mendapatkan materi pembelajaran kreatif, kepemimpinan dan teknik – teknik adaptasi di lingkungan baru yang nantinya akan dimanfaatkan selama di desa penempatan.
Setelah mengikuti pelatihan dua hari tersebut para peserta siap di berangkatkan dari Bandara Soekarno Hatta menuju ke desa masing – masing, dalam hal ini ada 6 desa sebagai tujuan daerah penempatan para pengajar jelajah nusa tersebut dan peserta terjauh dari program ini berasal dari Sorong Papua yakni Ahmad Ali Shiddiqi yang telah berprestasi dalam berbagai bidang OSN baik tingkat kabupaten hingga tingkat Nasional. Selain ali yang dari papua juga ada beberapa peserta lainnnya berasal dari sekolah – sekolah terbaik di Negeri ini seperti SMA Taruna Nusantara Magelang, SMAN 5 Surabaya dan juga SMAN 6 Jakarta. Para peserta pun merasakan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti program jelajah nusa ini. Selama seminggu di desa para peserta mendapatkan mentor teman – teman pengajar muda yang membimbing dan menemani selama melakukan pengabdian masyarakat di desa dan didampingi salah satu tim dokumentasi dari Pihak Ultra Jaya. 

Pelaksanaan program pengajar jelajah nusa ini terselenggara oleh pihak ultra Jaya dalam ini susu Ultra Milk yang bekerjasama dengan pihak Indonesia Mengajar dalam proses pengelolaan dan pengiriman para pengajar jelajah nusa hingga selesai. Setelah seminggu di daerah penugasan para peserta terpilih kembali ke Jakarta untuk melakukan refleksi selama satu hari di Hotel daerah cikini Jakarta pusat dilanjutkan dengan penutupan program oleh pihak penyelenggara dalam hal ini Ultra Jaya dengan hidangan gala dinner kepada seluruh peserta terpilih dan telah di liput oleh berbagi media cetak maupun elektronik. 

Foto Bersama di Monas Jakarta Pusat




Minggu, 18 Oktober 2015

Menjadi Mahasiswa Impian


Impian seorang anak desa nan jauh dari ibukota Jakarta memberikan semangat tersendiri bagi pemuda satu ini, dengan tekad dan keinginan yang kuat untuk  membangun dan memperbaiki keadaan ekonomi keluarga serta berjuang agar bisa membahagiakan orang tua nya yang sudah lanjut usia menjadikan sosok pemuda satu ini penuh semangat menggapai impian dan citanya dengan merantau ke ibukota. Beraneka ragam cara dilakukan oleh pemuda satu ini agar bisa bertahan hidup di ibukota meskipun harus berhemat dan meminimalisir pengeluaran harian agar bisa bertahan hidup di Jakarta di lakoninya setiap hari.
Dorongan kuat dari sang orang tua menjadikan pemuda ini bertransformasi menjadi sosok mahasiswa idola para mahasiswa yang lain baik dari sisi prestasi organisasi maupun prestasi akademik, impian dan cita – citanya menjadikan dirinya teladan bagi lingkungan sekitar menjadikannya untuk terus berproses melangkah ke arah yang lebih baik dalam tindakan dan perkataannya. Meskipun banyak kawan – kawan seperjuangan yang sering mencemooh dan menganggapnya tidak punya etika dan biasa – biasa saja dalam kesehariannya namun pemuda ini menjadikan hal itu semua sebagai tantangan untuk terus bergerak maju ke arah yang lebih baik lagi.
Perjuangan menjadi sosok mahasiswa masih panjang dalam benaknya oleh karena itu selama menjadi mahasiswa pemuda ini merasakan berbagai pengalaman baik pahitnya tidak mempunyai kawan sampai pengalaman berorganisasi hingga jam 3 dini hari masih mengkoordinir suatu acara kampus demi sebuah kesuksesan sejati dalam pikirnya akhirnya pemuda ini percaya dan menyakini bahwa pengorbanan sejari seorang mahasiswa adalah ketika dia bisa berguna bagi lingkungan sekitarnya baik bagi jurusan, fakultas maupun bagi universitas tercinta yang akan mengharumkan namanya di lingkungan masyarakat nantinya. Terus dan tetap berjuang dalam berbagai kebaikan agar senantiasa bisa menjadikan sosok pemuda ini teladan dan inspirasi bagi sesama kawan – kawannya seperjuangan dalam menjalani kehidupan yang semakin hari semakin kompleks dan penuh rintangan serta tantangan.
Menjadi Mahasiswa tidaklah hanya berdiam diri menunggu instruksi baik dari dosen maupun kawan sejati, namun menjadi mahasiswa sejati haruslah bisa berkontribusi untuk ibu pertiwi melalui berbagai kegiatan yang bersifat membangun diri dan menjadikan sosok diri menjadi lebih baik lagi. Terus dan tetap berproses ke arah yang lebih baik agar kelak impian dan cita – cita nya akan segera terwujud melalaui semangat juang yang tiada henti serta bekerja di atas rata – rata orang lain.