Rabu, 31 Juli 2013

Sabang Merauke Bagian 1

"Toleransi tidak hanya bisa diajarkan tapi harus bisa dirasakan", itulah sepenggal kalimat yang sangat menyentuh pribadi dan jiwa saya. Sabang Merauke yang kependekan dari Seribu Anak Bangsa Merantau Untuk Kembali ini adalah salah satu program pertukaran pelajar bagi siswa SMP di Indonesia yang pesertanya melalui seleksi yang sangat ketat, dari ratusan siswa smp yang daftar hanya 10 anak yang terpilih menjadi peserta Sabang Merauke yang di gelar selama dua minggu di Ibukota Jakarta. 10 anak yang terpilih merupakan perwakilan dari anak - anak terbaik negeri ini yang berasal dari Sabang sampai Merauke, dan selama 10 hari tersebut seluruh Anak Sabang Merauke ( ASM ) memiliki keluarga angkat yang akan jadi tempat home stay selama tinggal di Jakarta dan keluarga tersebut biasa dipanggil Family Sabang Merauke 
( FSM ), tidak hanya FSM para ASM juga memiliki kakak sabang merauke ( KSM ) yang akan setia menemani selama mengikuti perjalanan panjang dua minggu di Ibukota Jakarta.
Program Sabang Merauke ini diprakarsai oleh pendirinya Ayu Kartika Dewi salah satu alumni Indonesia Mengajar angkatan pertama, dan ditemani oleh rekannya Aichiro yang merupakan Alumni FE UI dan satu lagi adalah Wiwie Alumni UGM Yogyakarta. Mereka bertigalah yang menggagas ide Sabang Merauke ini dan kemudian direalisasikan menjadi ide nyata sehingga kabar akan adanya program Sabang Merauke ini bisa tersebar di berbagi media massa baik online maupun offline. Program Sabang Merauke ini dikemas dengan 3 prinsip dasar yang ingin disampaikan kepada anak Indonesia yakni Toleransi, Ke - Indonesiaan, dan Pendidikan Tinggi, tiga nilai itulah yang akan menjadikan anak Indonesia bisa menjadi anak kebanggan Bangsa dan Tanah air ini, program Sabang Merauke ini dimulai dari hari senin tanggal 2 Juni 2013 yang bertepatan dari liburan sekolah anak - anak dan dalam program ini 10 anak terpilih yang biasa disapa ASM akan melakukan perjalanan panjang untuk mengenal 3 nilai Sabang Merauke yang diaplikasikan dengan berbagai kegiatan yang unik dan bermanfaat.
Selama dua minggu ini 10 ASM dikenalkan tentang pentingnya Museum, sejarah, teknologi , budaya, seni dan berbagai hal yang berkaitan dengan Keindonesiaan serta Pendidikan tinggi.