Kamis, 07 Mei 2020

Kita dan Pendidikan Indonesia


Kenangan mengajar di Pulau Sebatik

Bulan Mei merupakan salah satu bulan dimana terdapat peringatan yang besar yang diperingati oleh Pemerintah Indonesia yakni Hari Pendidikan Nasional. Hardiknas merupakan hari dimana sejarah pendidikan dan berbagai hal yang berkaitan dengan pendidikan di ulas kembali mulai dari kurikulum pembelajaran, fasilitas sekolah, dan kesejahteraan para guru. Hal tersebut baru sedikit dari banyak nya hal yang masih menjadi PR besar bagi pemerintah. Sebenarnya bukan hanya pemerintah yang bisa menyelesaikan semua itu tapi kita sebagai salah satu warga Negara yang baik harus bisa ambil bagian dan menjadi generasi solusi untuk bisa mengurai tantangan-tantangan tadi kedalam sebuah solusi konkrit agar bisa dinikmati bersama.

Pendidikan bagi saya merupakan hal terpenting untuk bisa mengubah pemikiran dan keadaan seseorang menjadi lebih baik, artinya dengan adanya pendidikan kita sebagai manusia bisa memposisikan diri sebagai salah satu orang yang mengerti dan tahu mana hal yang baik dan mana hal yang buruk dan seberapa manfaat kita bagi lingkungan dan orang-orang sekitar. Pendidikan yang telah kita terima selama ini mulai dari SD, SMP, SMA dan tingkat Universitas menjadi sebuah refleksi tersendiri bagi kita bahwa sudah berapa banyak ilmu yang telah kita dapatkan di bangku sekolah formal selama ini dan sudah seberapa banyak ilmu yang telah kita bagikan kepada orang sekitar kita. Kurang lebih enam belas tahun pendidikan formal yang telah kita dapatkan selama ini, apakah sudah banyak ilmu yang kita dapat di bangku kelas formal yang bisa kita bagikan untuk lingkungan sekitar kita? Sebuah pertanyaan yang akan membuat kita berfikir bahwa pada akhirnya kita akan kembali ke dunia masyarakat bukan ke bangku sekolah formal selamanya, masyarakat akan menilai bahwa orang berpendidikan merupakan orang yang mengerti unggah ungguh (sopan santun) dan nilai-nilai budaya setempat baik tata karma maupun lainnya.

Hal menarik yang menurut saya penting terkait peningkatan pendidikan di tanah air adalah keterlibatan masyarakat umum untuk bisa menjadi bagian dari solusi dalam tantangan pendidikan kita selama ini, masyarakat sekitar bisa bersatu gotong royong saling menguatkan dan saling mengisi untuk bisa memajukan pendidikan melalui peran-peran yang bisa dilakukan seperti ikut serta mengontrol anak didik mereka, ajakan untuk meningkatkan minat baca di rumah dan keluarga serta bisa bekerjasama dengan para guru dan pihak sekolah apa yang sebenarnya diperlukan dari sekolah agar bisa menjadi salah satu elemen kemajukan pendidikan di tingkat sekolah itu sendiri. Peran orang tua, masyarakat sekitar dan orang tua sangatlah penting untuk bisa memajukan pendidikan di negeri kita karena pada dasarnya dari awal pendidikan itu dimulai dari keluarga, mayarakat dan lingkungan sekolah. Pemerintah hanya lah sebagai perantara dan penentu kebijakan yang membuat pendidikan akan bermuara kemana nantinya.

Pengalaman saya yang pernah diberikan kesempatan belajar selama satu tahun menjadi guru sekolah dasar di Pulau Sebatik Kalimantan Utara salah satunya adalah melihat bahwa tantangan pendidikan itu masih ada dan akan terus ada jika kita sebagai generasi terdidik tetap diam saja melihat semua tantangan pendidikan di Negeri ini. Kita bisa berbuat hal yang nyata untuk bisa membantu sesama baik itu hanya sekedar memberikan informasi-informasi yang berguna bagi guru sekitar atapun bisa bergerak langsung dengan kerjasama bersama para guru melalui komunitas-komunitas guru penggerak ataupun berbagai kegiatan pendidikan yang menarik lainnya. Peran masyarakat umum sangatlah diperlukan agar bisa memajukan pendidikan di negeri kita ini karena satu mayarakat umum yang bisa berpartisipasi akan memberikan arti tersendiri untuk kemajuan pendidikan Indonesia ini. Pengalaman mengajar di daerah yang sulit mendapatkan akses informasi adalah salah satu kendala bahwa pendidikan kita masih belum merata, fasilitas yang dimiliki sekolah di daerah juga menjadi tantangan tersendiri, selain itu kesejahteraan para guru honorer di daerah sangat perlu diperhatikan karena mereka punya keterlibatan yang kuat sebagai penopang pendidikan di sekolah dan perhatiannya akan terpecah jika hal-hal yang berkaitan dengan tunjangan dan kesejahteraan dari pihak pemerintah masih belum optimal diberikan kepada para guru tersebut.

Peringatan Hardiknas tahun 2020 ini menjadi sebuah pengingat dan refleksi kita sebagai anak muda dan generasi penerus bangsa bahwa kita telah diberikan kesempatan telah mendapatkan pendidikan terbaik dan telah menjalankan proses pendidikan hingga akhir di tingkat pendidikan tinggi. Tugas rumah kita yang harus kita selesaikan bersama adalah kita bisa berkolaborasi dan kerjasama untuk berbagi peran mengurai berbagai tantangan pendidikan di Negeri ini menjadi sebuah solusi-solusi dan aksi konkrit yang bisa kita selesaikan bersama. Semua tantangan pendidikan di negeri kita akan terasa ringan jika kita selalu bergandeng tangan saling membantu satu dengan lainnya mengatasi hal ini semua. Peran pemuda masa kini tidak lagi hanya berpangku tangan melihat permasalahan yang ada namun pemuda masa kini harus bisa memberikan arti dan solusi bagi kemajuan pendidikan Negeri. Bapak pendahulu kita Ki Hajar Dewantara mengajarkan kita bahwa “ TUT WURI HANDAYANI” sebagai semboyan pendidikan negeri ini harus selalu terpatri di sanubari pemuda masa kini.


Jakarta, 07 Mei 2020
Mas Mubin


Rabu, 06 Mei 2020

Menjadi Suami di Tengah Pandemi



Pantai Indrayanti Yogyakarta
Tahun 2020 menjadi sebuah perjalanan baru bagi saya dalam menjalaninya karena begitu banyak tantangan dan pembelajaran yang membuat diri ini agar terus belajar menjadi pribadi yang bijak dan dewasa kedepannya. Awal 2020 ini status saya sudah tidak lagi sendiri namun sudah menjadi suami dari seorang istri yang akan terus membersamai saya nanti hingga akhir nanti. Tanggung jawab dan amanah pun bertambah baik secara fisik dan mental serta pengetahuan harus terus bertambah agar semua yang dijalani akan menjadi suatu hal yang bisa diatasi. Amanah baru menjadi seorang suami dari seorang istri yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda harus bisa mengalah dan tidak menuntut sebuah kesempurnaan dalam setiap harinya, belajar untuk menjadi teladan dalam setiap hal baik itu perkataan maupun perbuatan apalagi di akhir-akhir ini begitu banyak tantangan yang terus ada dalam rumah tangga kami.

Semester pertama di tahun 2020 tantangan hadir berupa pandemi di bumi pertiwi, begitu banyak hal-hal yang harus di sesuaikan bersama istri baik itu pekerjaan, saling bagi tugas dalam urusan rumah tangga maupun urusan pengetahuan dan tanggung jawab agar bisa selalu waras menghadapi segala tantangan yang ada. Saya sebagai suami terus memberikan semangat dan dukungan penuh kepada Istri dengan tugasnya sebagai perawat di salah satu Rumah Sakit di Jakarta. Dukungan dan semangat bisa dalam kalimat sederhana dan perhatian yang terus diberikan agar dalam menjalankan tugas mulai nya di tengah pandemi ini semuanya akan baik- baik saja dan tidak ada hal yang tidak di inginkan terjadi. Memberikan dorongan dan pengertian bahwa tugas mulia seorang tenaga medis sangatlah berarti bagi masyarakat sekitar karena saat ini menjadi yang paling dicari karena bisa membantu lingkungan sekitar yang membutuhkan.

Selain dukungan moril yang selalu diberikan, dukungan do’a juga senantiasa di panjatkan kepada Allah SWT bahwa apapun yang telah terjadi kepada Saya dan Istri nantinya telah tertulis di catatan besar yang telah dibuat oleh Sang Kuasa. Sebagai seorang Suami terus berusaha menjadi imam dan teladan yang baik dalam perkataan dan perbuatan agar bisa membawa Istri selalu dalam  hal kebaikan baik untuk diri sendiri maupun untuk sesama.

Pandemi ini merupakan cobaan bagi Negeri Indonesia khususnya dan dunia, cobaan ini pasti akan berakhir. Ketika semua ini berakhir akan banyak pembelajaran yang di dapatkan baik untuk diri kita maupun bagi orang lain di sekitar kita. Tak hanya semakin rajin untuk menjaga kebersihan tapi juga akan selalu meningkatkan rasa kepedulian terhadap orang sekitar. Bahwa kita hidup tidak sendiri dan akan selalu membutuhkan bantuan orang lain maka mulai dari diri ini mari kita bersama melakukan hal kecil untuk perubahan besar demi masa depan anak cucu kita nantinya. 

Jakarta, 06 Mei 2020
Mas Mubin

Selasa, 05 Mei 2020

Sobat Ambyar Berduka

Penampilan Om Didi dalam Konser


“Ing stasiun balapan kuto Solo seng dadi kenangan…..”

Itulah sebait lirik lagu dari sang maestro Pak De Didi Kempot yang selalu menemani masa kecil saya di waktu SD tempo dulu, lagu – lagunya sangat enak di dengar dan menjadi hiburan tersendiri untuk mengisi hari hari yang penuh dengan arti. Hari ini tepat tanggal 05 Mei 2020 di jam 07.30 WIB mendapatkan kabar kalau beliau Pak De kapundut dan pergi selamanya meninggalkan kita semua yang ada di Dunia ini. Rasa dan pikiran saya mendapatkan kabar tersebut langsung Ambyar tak ada lagi harus gimana, sedih, berduka dan sangat terpukul dengan kepergian beliau karena beliau selalu mengajari saya sebuah ketegaran dan sebuah perjuangan untuk terus berjuang dan tidak menyerah karena keadaan meskipun sedang putus cinta, patah hati maupun ditinggal nikah oleh sang kekasih hati.

Lagu dan setiap liriknya sangat mewakili perasaan- perasaan saya selama ini, ketika sedang terjatuh, ditinggal pergi oleh sang kekasih dan ketika kangen dengan kampung halaman semuanya terwakili lewat lirik-lirik lagu yang bikin senyum dan joget-joget sendiri.


Hari ini Pak De telah pergi ke Sang Maha Kuasa dan beliau telah meninggalkan karya yang tiada tara bagi para penggemarnya di negeri Indonesia tercinta, tidak hanya di Indonesia saja, mungkin di luar negeri Pak De juga sangat melegenda dengan dendang-dendang campur sarian yang sangat enak di dengar. Di puncak karirnya, Pak De telah memberikan banyak pelajaran yang sangat berarti bagi kita terkait jiwa sosialnya yang tinggi dan rasa kepedulian nya ke lingkungan sekitar, sebelum beliau pergi dalam panggilan Sang Kuasa Pak De telah ikut serta mengisi konser #dirumahaja yang di inisiasi oleh Narasi TV. Karena ada beliau konser amal tersebut terkumpul sejumlah dana sebesar 9 Milyar lebih. Selain di Narasi TV beliau juga telah memberikan penampilan terbaik di kompas TV dalam konser amal untuk para warga terdampak dari Covid-19 ini.Rasa kepedulian yang tinggi beliau mengajarkan kepada saya untuk terus bisa bermanfaat kepada sesama dan lingkungan sekitar.

Lagu – lagunya akan selalu saya kenang seperti Cidro, Stasiun Balapan, Sewu Kuto, Layang Kangen, dan masih banyak lagi kenangan- kenangan indah bersama beliau yang terus menemani di sepanjang hidup saya selama ini.

Terima kasih Lord the king of broken heart yang terus bermanfaat bagi sesama. Ingin ku ikut serta menyanyi bersama tapi belum kesampaian Pak De telah pergi selamanya.
Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik untuk mu disana Pak De.

Selamat jalan dengan kenangan indah yang terus terkenang selama nya bagi kami generasi muda Indonesia ini.

Mas Mubin
Salam Sobyat Ambyar
Jakarta Timur, 05 Mei 2020