Selasa, 05 Mei 2020

Sobat Ambyar Berduka

Penampilan Om Didi dalam Konser


“Ing stasiun balapan kuto Solo seng dadi kenangan…..”

Itulah sebait lirik lagu dari sang maestro Pak De Didi Kempot yang selalu menemani masa kecil saya di waktu SD tempo dulu, lagu – lagunya sangat enak di dengar dan menjadi hiburan tersendiri untuk mengisi hari hari yang penuh dengan arti. Hari ini tepat tanggal 05 Mei 2020 di jam 07.30 WIB mendapatkan kabar kalau beliau Pak De kapundut dan pergi selamanya meninggalkan kita semua yang ada di Dunia ini. Rasa dan pikiran saya mendapatkan kabar tersebut langsung Ambyar tak ada lagi harus gimana, sedih, berduka dan sangat terpukul dengan kepergian beliau karena beliau selalu mengajari saya sebuah ketegaran dan sebuah perjuangan untuk terus berjuang dan tidak menyerah karena keadaan meskipun sedang putus cinta, patah hati maupun ditinggal nikah oleh sang kekasih hati.

Lagu dan setiap liriknya sangat mewakili perasaan- perasaan saya selama ini, ketika sedang terjatuh, ditinggal pergi oleh sang kekasih dan ketika kangen dengan kampung halaman semuanya terwakili lewat lirik-lirik lagu yang bikin senyum dan joget-joget sendiri.


Hari ini Pak De telah pergi ke Sang Maha Kuasa dan beliau telah meninggalkan karya yang tiada tara bagi para penggemarnya di negeri Indonesia tercinta, tidak hanya di Indonesia saja, mungkin di luar negeri Pak De juga sangat melegenda dengan dendang-dendang campur sarian yang sangat enak di dengar. Di puncak karirnya, Pak De telah memberikan banyak pelajaran yang sangat berarti bagi kita terkait jiwa sosialnya yang tinggi dan rasa kepedulian nya ke lingkungan sekitar, sebelum beliau pergi dalam panggilan Sang Kuasa Pak De telah ikut serta mengisi konser #dirumahaja yang di inisiasi oleh Narasi TV. Karena ada beliau konser amal tersebut terkumpul sejumlah dana sebesar 9 Milyar lebih. Selain di Narasi TV beliau juga telah memberikan penampilan terbaik di kompas TV dalam konser amal untuk para warga terdampak dari Covid-19 ini.Rasa kepedulian yang tinggi beliau mengajarkan kepada saya untuk terus bisa bermanfaat kepada sesama dan lingkungan sekitar.

Lagu – lagunya akan selalu saya kenang seperti Cidro, Stasiun Balapan, Sewu Kuto, Layang Kangen, dan masih banyak lagi kenangan- kenangan indah bersama beliau yang terus menemani di sepanjang hidup saya selama ini.

Terima kasih Lord the king of broken heart yang terus bermanfaat bagi sesama. Ingin ku ikut serta menyanyi bersama tapi belum kesampaian Pak De telah pergi selamanya.
Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik untuk mu disana Pak De.

Selamat jalan dengan kenangan indah yang terus terkenang selama nya bagi kami generasi muda Indonesia ini.

Mas Mubin
Salam Sobyat Ambyar
Jakarta Timur, 05 Mei 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar