Minggu, 31 Mei 2015

Berbagi bersama untuk Keluarga DEJAPU 17

Jalan sudirman Jakarta menjadikan arti hidup di akhir minggu semakin padat karena rutinitas bersama teman – teman seperjuangan. Puti dira dan langitantyo dua kawan seperjuangan menjalin sebuah kebersamaan dalam lingkungan keluarga baru di Keluarga beruang yang sangat berarti. Dari jalan sudirman di mulai rutinitas bersama sabang merauke yang mengadakan seleksi KSM yang sangat meriah dan luar biasa menurut saya dinamikanya karena banyak hal yang menjadi insight bagi saya ketika berkumpul bersama orang – orang baru nan hebat dalam bidangnya untuk mencari dan menseleksi KSM yang berhak dan pantas bersanding dengan ASM dari seluruh Indonesia nantinya. Bagi saya banyak hal yang bisa diambil hikmah dari penantian panjang jalanan Jakarta yang macet dan lainnya namun pada akhirnya bisa berkumpul dan berbagi ilmu bersama kawan – kawan seperjuangan di keluarga besar sabang merauke angkatan 3 di kantor Kemdikbud Jakarta.
Setelah melalui siding akhir dalam penentuan akhir pemilihan KSM oleh assessor dan lainnya akhirnya ditentukan kurang lebih 10 KSM terpilih versi pertama dan berakhir tepat pukul 16.00 WIB. Perjalanan selanjutnya bersama langitantyo dan puti dira dilanjutkan dengan mengambil kopaja dari arah blok M menuju pasar rebo dan dari pasar rebo dilanjutkan menuju kompleks hankam Cirasas Jakarta Timur untuk mengikuti temu silaturahmi gathering Dejapu yang telah lama menantikan kedatangan kita bertiga. Kurang lebih perjalanan tiga jam dari sudirman menuju ciracas Jakarta timur akhirnya tepat pukul 20. 00 WIB bisa memasuki pintu kediaman rumah Cemisya selaku tuan rumah acara tersebut.
Sambutan hangat dari kawan – kawan keluarga beruang sangatlah berarti bagi saya, meskipun rasa lelah, capek dan pusing dalam perjalanan menjadi hilang dan tak terasa seketika dengan melihat hangat senyum sambutan dari kawan – kawan seperjuangan ini yang sedang asyik menyiapkan makan malam. Acara malam pun dimulai dengan makan malam bersama dengan hidangan yang sangat amazing karena semua makanan ini dibakar dan dimasak oleh kawan – kawan pantiia FIM Dejapu angaktan 16. Rasa haru dan syukur saya ucapkan untuk kawan – kawan panitia yang telah menyiapkan dan mengkonsep acara sedemikian rupa sehingga banyak hal yang berarti dan tak terlupakan bagi saya dan bagi kawan – kawan yang lain juga. Kedatangan kaki van dan kak magleb serta teman – teman dari Mabes rawamngun sangatlah berarti bagi kami para panitia dan PI dejapu 2015 ini karena setidaknya ada masukan dan hal – hal baru yang akan membuat kami di tim inti dejapu menjadi lebih lagi kedepannya.
Iringan music dan lantunan candaan dari mas tio dan teman – teman yang dikonsep dengan perkenalan yang unik membuat mata yang sangat lelah dan rasa kantuk yang dalam ini menjadi hilang dan tidak terasa lagi. Namun yang ada hanyalah semangat mengapresiasi dan menyimak kawan – kawan yang lain untuk bisa berbagi dan memberikan inspirasi bagi kebersamaan sekejap ini di rumah ini yang sangat tidak tergantikan lagi. Terus menginpirasi dari kawan – kawan dejapu 17 yang berlatang belakang banyak hal mulai dari ahli demontrasi, ahli teknologi informasi sampi ahli juga bermain dan bernyanyi yang berkaitan dengan anak – anak untuk membantu masa depan Indonesia dengan berbagai hal positif yang bisa kita dan mereka lakukan dari keluarga beruang untuk lingkungan tempat kita tinggal dan untuk bangsa Indonesia yang kini sedang menunggu kontribusi dan aksi nyata kita.
Keluarga Beruang bersama DEJAPU 17 dan Direkur Utama FIM kak Ivan Ahda

Foto Bersama Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Jakarta Adil Quarta dengan DEJAPU 17

Kebersamaan DEJAPU 17 action Power Wush


Muhammad Mubin || @mubinsae
"Barang siapa bersungguh - sungguh maka ia akan berhasil"




Rabu, 06 Mei 2015

Bung Hatta Teladan Beta

Taman Wiladatika, 28 April 2015

Birunya langit kota Jakarta dan kemacetan ibukota tidak membuat hati dan pikiran surut untuk melangkahkan kaki segera merapat menuju bumi wiladatika yang jauh dibelahan kota wisata cibubur nan sejuk dan asri. Sebentar lagi pada saatnya akan berkumpul pemuda – pemudi terbaik tumpuan penjaga negeri dari sabang sampai merauke dan menjadikan ini sebagai sejarah baru di bulan april 2015 bagi saya pribadi. Amanah baru yang telah diberikan kepada saya semoga bisa menjadikan pribadi ini menjadi lebih baik lagi dan inilah saatnya kita belajar untuk bisa berkontribusi dan berdedikasi untuk Indonesia yang lebih baik melalui pengabdian dalam hal yang sederhana kita bisa.

Pelatihan Forum Indonesia Muda 17 dengan Tema “Bung Hatta Teladan Beta” merupakan salah satu pelatihan pemuda pemudi yang ada di negeri ini, namun pelatihan ini beda dari biasanya karena pelatihan ini dikemas dan didedikasikan untuk para pemuda pejuang Indonesia masa depan, para pemuda calon pemimpin masa depan Indonesia dan disinilah telah berkumpul kurang lebih 151 pemuda terbaik dari belahan Indonesia mulai dari sabang hingga merauke bersatu dan berkumpul untuk bersama menimba ilmu dan mengikuti jejak – jejak kebaikan selama kurang lebih 5 hari di tempat paling bersejarah yakni Ki Hajar Dewantara bumi Wiladatika Cibubur Jakarta timur. Pelatihan ini dikemas sangat menarik, kenapa saya bilang sangat menarik karena banyak sekali kejutan dan cerita yang tidak bisa saya prediksi sebelumnya mulai dihadirkan langsung pembicar putri Bung Hatta yakni ibu Meutia Hatta, sampai dihadirkan pula Bapak Bambang Wijayanto sebagai Ketua Non Aktif KPK saat ini. Selain banyak sekali pembicara – pembicara yang membuat hati dan pikiran teraduk – aduk karena sudah seberapa dalam saya selama ini mencintai Indonesia dan pada pelatihan ini saya banyak belajar dari para pembicara yang telah datang untuk mengisi pada sesi materi mulai dari Pak Rhenald Kasali ( Guru Besar FE UI ), Ricky Elson ( penemu Mobil Listrik ), Jamil Azzaini ( Motivator Sukses Mulia ), Elly Risman ( Direktur Yayasan Kita dan Buah hati ), sampai didatangkan pembicara keren nan menginspirasi pak ketua KPK non Aktif Bambang Wijayanto.

Dalam pelatihan FIM 17 ini Alhamdulillah saya mendapat amanah sebagai PJ Fasilitator yang bertugas membersamai para peserta mulai dari pra pelatihan sampai pasca pelatihan. Dan ini merupakan suatu amanah yang berat bagi saya sendiri karena sebelumnya saya belum pernah jadi PJ dalam kepanitian FIM, banyak sekali hikmah dan pelajaran yang dapat saya jadikan inspirasi dan motivasi dari berbagai sesi saat pelatihan FIM 17 ini mulai dari mengenal beragam karakter para temen – temen fasilitator yang kurang lebih ada 30 orang dan dari beragam kampus yang berbeda mulai dari yang dari Aceh hingga yang berasal dari Negeri Jiran ikut serta meramaikan sesi fasilitator dalam pelatihan FIM 17 ini. Salah satu yang membuat saya bertahan dan
berjuang lebih baik meskipun banyak sekali masalah yang datang dan tekanan dari berbagai pihak datang tidak membuat saya gentar dan berpikir untuk menyerah sedikitpun karena mengingat perjuangan panitia yang lain sungguh dan sangat luar biasa banget pokoknya. Satu dan lain hal tetesan air mata pun jatuh di pelupuk pipi ini karena ucapan syukur dan haru telah dipertemukan dengan pemuda pemudi terbaik dari se antero negeri ini oleh bunda Taty Elmir dan Pak Elmir Amin ( Founder Forum Indonesia Muda ), kejutan yang diberikan panitia untuk beliau sangatlah berkesan sehingga membuat kawan – kawan panitia terharu dan meneteskan air mata karena tak sanggup harus berkata apa sebagai ucapan syukur dan rasa terima kasih kepada beliau.

Pelatihan Forum Indonesia Muda 17 ini diselenggarakan dalam waktu 5 hari dan diikuti oleh 151 pemuda pemudi terpilih dari seleksi yang sangat ketat, kenapa demikian karena dari 7319 pendaftar FIM angkatan 17 ini yang diterima hanyalah 151 dan ini merupakan sejarah baru dalam pelatihan FIM dengan jumlah peserta terbanyak hingga sampai 150 orang lebih. Tak lupa selain sesi materi yang dikemas sangat menarik oleh tim materi, sesi acara yang dibikin heboh dan menakjubkan oleh tim acara tak kalah seru panitia yang lain yang satu dengan lainnya begitu sigap dan tanggap jika ada permasalahan meskipun permasalahan yang terjadi sangatlah kecil ataupun kurang diperhatikan bagi yang lain. Tim Fasil FIM 17 ini telah memberikan banyak sekali arti pelajaran hidup bagi saya sesungguhnya karena apa saya bisa ada disini karena semangat kawan – kawan yang tiada henti ingin meneladani sosok Bung Hatta sebagai tokoh sentral dalam pelatihan FIM kali ini. Dari keteladan pribadi yang bersahaja, kedisiplinan yang luar biasa, kecerdasan dan kesungguhan hati dalam kebaikan yang tiada tara membuat hati dan pikiran menjadi terbuka akan sejauh mana diri ini ingin membangun Indonesia kedepan seperti apa.

Terima kasih banyak Forum Indonesia Muda semoga senantiasa dalam pelatihan selanjutnya kita bisa bersama dan berkumpul dalam berbagai kenangan yang hangat dan menjadikan diri ini semakin lebih baik karena teladan bung hatta akan terpatri dari dalam diri kita meskipun keterbatasan yang ada tidaklah surut langkah dan pemikiran untuk bisa menjadi lebih baik lagi kedepannya.



Ciputat, 07 April 2015 || @mubinsae