Senin, 15 Desember 2014

Cerita Kita di Pantai Anyer Tercinta

Malam mulai menyapa di bumi batavia yang punya segudang cerita namun banyak hal masih tersembunyi dan menyisakan cerita bagi kawan - kawan yang tidak bisa berpikir tentang apa dan kenapa harus bumi Batavia mereka mulai  untuk berjuang. Tepat sekali sebuah goresan pena ini mulai menari - nari kembali ingin rasanya menceritakan sejuta kisah hidup dan setiap langkah hidup ini namun keterbatasan waktu dan pikiran sehingga semuanya tidak bisa tergapai dengan sempurna namun inilah cerita ku tentang Pantai Anyer Tercinta.

Jumat sore itu dimulai dengan persiapan yang sangat untuk melakukan cek dan kroscek barang - barang yang akan dibawa ke pantai Anyer bareng kawan2 yang super inspiratif lainnya dan setelah mondar mandir nyari barang - barang bawaan akhirnya selesai juga persiapannya dan siap menuju Rawamangun untuk menunggu keberangkatan selanjutnya ke Pantai Anyer Esok hari, setelah perjalanan dari ciputat ke rawamangun kurang lebih 1,5 jam akhirnya sampai juga kaki ini menginjakkan langkah nya di bumi Golf ahmad yani Rawamangun didampingi Ridho dan Mas Tio banyak cerita dan pengalaman yang dibagikan sebelum beranjak tidur, mulai cerita mas Tio tentang Liqo, Ikutan FIM dan IM sampai pengalamannya yang luar biasa ikut bergabung dalam tugasnya barunya di perusahaan mini market ternama negeri ini.

Pagi pun tiba dan satu persatu kawan - kawan dari bogor, bekasi, tangerang, depok mulai datang dan siap berangkat menuju Pantai Anyer di Banten, kurang lebih perjalanan 3 jam tak terasa karena lelahnya perjalanan dalam bus yang dimotori oleh chandra dan kawan - kawan Sosioologi UNJ membuat perjalanan ini terasa sangat menarik dengan diadakannya game seru dari kak Agus Taufiq yang mengajak seluruh kawan - kawan di bus untuk menceritakan kisah pengalaman hidupnya mulai dari Cinta, Kesedihan, Keluarga, Prestasi, Pengalaman yg Wah dan masih banyak lagi..

Satu persatu kawan - kawan mulai menceritakan pengalaman hidupnya yang jujur setelah mendengar dan mengikuti alur permainannya sangat menarik dan membuat diri ini banyak belajar dari kisah dan pengalaman inspiratif lainnya yang jujur tidak bisa di dapat juga dari bangku kuliah, setelah perjalanan panjang inspiratif selama 3 jam akhirnya sampai juga di Bumi Pantai Anyer Tercinta yang menakjubkan bagi saya, mulai dari pantai yang masih asri dan biru serta kolam renang yang luas dan nyaman sekali untuk dibuat berenang dan melepas penat selama di jakarta dengan rutinitas yang tiada henti,

Berbagai acara yang menarik dikonsep secara rapi dan apik oleh Rona Mentari ( Pendongeng Yg Ulung nan Pandai ) serta konsep bermaen WaleWorf dari Agus Taufiq yang super amazing, tak ketinggalan pula ada kkak super keren dalam memasak dan menyiapkan konsumsi yang membuat saya dan kawan - kawan merasa terpuaskan oleh masakan yang sangat enak dan mengkeyangkan. Cerita seru dan tak terluapakan ini sangatlah berarti bagi saya pribadi kedepannya karena meskipun hanya dua hari satu malam bersama kalian cerita dan kisah ini sungguh takkan terlupakan.

Terima kasih tiada kira untuk Agus Taufiq, Dini NH, Rona Mentari, Mogi Bian, Chandra, Mufti, Jali, Ferly, Wira, Syifa, Verena, Euis, Gita, Mamet, Afgan, Heni, DKK lainnya.

Power Wush dari Kami Keluarga ISUNITE

Kawan Inspirator ISUNITE

Kebersaman di Atas Banana Boat

Panitia ISUNITE Performance

Keceriaan di Pantai Anyer

Rabu, 10 Desember 2014

Harus Jadi Sarjana

Siang menjelang di bumi ciputat membuat hati dan pikiran menjadi lebih tenang setenang air yang ada di sungai temaran, aku ingin bercerita tentang sebuah harapan anak manusia dari kampung kecil dari daerah yang punya mimpi ingin menjadi sarjana demi membanggakan orang tua nya karena hanya dialah satu - satunya tumpuan hidup kedua orang tuanya,

Setiap hari sosok pemuda ini harus menjalani berbagai aktivitas bersama para kawan - kawan seperjuangan yang tiada tentu jalannya namun hal tersebut membuat sosok pemuda ini menjadi tangguh dan banyak belajar dari pengalaman selama hidup di bumi rantauan. Impian untuk bisa menjadi sarjana dengan segera adalah harapan utama sosok pemuda tersebut dan hal tersebut merupakan persembahan terbaik untuk kedua orang tua nya di kampung halaman.

Harus jadi Sarjana, sebuah asa yang harus jadi nyata tanpa menunggu lama dan bisa mengimplementasikan ilmu yang telah di dapat selama menempuh pendidikan tinggi 4 tahun di bumi ciputat tercinta, berbagai pengalaman dan berbagi kisah kehidupan telah dicoba di lalui menjadi sebuah catatan menarik sebelum mendapatkan gelar sarjana di bumi ibukota ini.

Perjuangan sosok pemuda ini tidak berhenti sampai disini, namun hal tersebut merupakan awal dari langkah sejarah baru untuk memperbaiki kondisi finansial ekonomi keluarga yang semua hal tersebut hanya bisa di perbaiki dengan menempuh pendidikan tinggi terbaik dalam setiap masa sebelum tutup usia nantinya.