Senin, 24 November 2014

Terima Kasih Pahlawan Hidupku


Ciputat di siang hari ini di temani gerimis serta hujan yang telah menyelimuti kawasan ciputat dan sekitarnya, termasuk di asrama perjuangan Mahad UIN Jakarta. Teringat hari ini merupakan hari kebanggaan bagi saya pribadi dan pada kawan - kawan lainnya karena tepat tanggal 25 November ini merupakan Hari Guru Nasional yang biasa di peringati oleh para aparatur Negara baik itu Sekolah Dasar sampai ke Perguruan Tinggi.

Flashback kurang lebih 15 tahun saya telah dibesarkan oleh sosok pahlawan tanpa tanda jasa ini, yang karena beliaulah saya bisa berdiri dan duduk dibangku perguruan tinggi ini, mulai dari sebelum masuk ke pendidikan dasar saya telah dikenalkan dengan apa itu Huruf "A" dan diajari untuk bisa berhitung " 1 + 1" seperti terbayang jelas dalam ingatan masa kecil itu, sosok guruku sangatlah sabar dan penyayang dalam mengajariku berbagai ilmu, perjuangan sosok guru ini tak tergantikan oleh apapun jua, karena setiap langkah hidup hidup saya ini tak lepas dari peran yang sangat penting dari bapak ibu guru selama ini.

Sebuah perjuangan yang tanpa kenal lelah selalu ada dalam ingatan ini, tak terbalas dan terpatri dalam hati kecil ini. setiap cerita dan harapan ini akan ada untuk mu bapak ibu guruku,
Tak kenal lelah dan terus berjuang untuk mengajari anak didikmu wahai bapak ibu guruku, "Terpujilah wahai Engkau Bapak ibu guru, namamu akan selalu hidup dalam sanubariku" Sebuah petikan lagu yang akan terkenang sepanjang hidupku dan penyemangat hidupku.

Ucapan ribuan terima kasih tak terkira tercurahkan kepada sosok bapak dan ibu guru saya mulai dari SD, MTS, MA, sampai sekarang di pendidikan tinggi ini. tak terkira dan terhitung jasamu dalam mendidik anak didikmu ini karena mu lah aku akan beritndak lebih baik lagi kedepannya.

Bismillah, Terima Kasih Bapak Ibu Guru.
25 November 2014

Kamis, 13 November 2014

Belajar dari Pak Menteri Anies Baswedan


Kamis tepat 13 November 2013 saya merasakan kekuatan yang luar biasa dari dalam diri saya untuk bisa menjadi sosok manusia yang lebih berguna lagi kedepannya, kenapa saya mengatakan hal demikian karena belajar dari pernyataan yang disampaikan oleh bapak Anies Baswedan yang membuat hati dan pikiran ini terbuka bahwa pendidikan itu merupakan hak segala bangsa dan kitalah semua yang berkewajiban untuk memperbaiki pendidikan itu semua dalam berbagai aspek yang ada baik lingkungan, social , politik, budaya maupun lainnya.
Saya merasakan sebuah kebanggan tersendiri menjadi sosok mahasiswa di Jakarta, karena ribuan kesempatan datang dan  impian pun mudah saya gapai dan meraihnya menjadi sebuah kenyataan. Banyak hal teladan dan semangat dari pak Menteri Pendidikan satu ini selain sosok yang berwibawa dan kharismatik saya merasakan sebuah energy baru untuk merubah pendidikan Indonesia kearah yang lebih baik lagi.

Banyak sekali program dan inisiasi yang telah beliau bangun dan kembangkan di Negeri ini mulai dari gerakan Indonesia Mengajar, gerakan turun tangan maupun lainnya dan semua itu berguna dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia pada umumnya dan kawula muda pada khususnya. Semangat ingin menjadi lebih baik dan menjadi sebuah contoh serta panutan bagi yang lainnya adalah satu hal yang dimiliki oleh pribadi bapak Anis Baswedan. Tak dipungkiri bahwa kemampuannya dalam pendidikan banyak menjadikan para pemuda Indonesia terinspirasi karena perannya dan kontribusinya pada Negeri Indonesia.
Saya berharap dikemudian hari akan muncul dan lahir pemuda – pemuda hebat melebihi bapak Menteri pendidikan ini yang bisa membawa Indonesia menjadi Negara yang berdaya dan tiada tandingannya dikemudian hari. Saya juga punya mimpi bahwa suatu hari nanti saya bisa mengikuti jejak beliau menjadi sosok Menteri Pendidikan Nasional yang punya dedikasi tinggi untuk mengembangkan potensi pendidikan Negeri ke arah yang lebih membanggakan lagi.
Terimakasih atas Inspirasi dan perjuangan yang tiada henti dari bapak Menteri teladan Negeri.
Salam dari Lantai 1  Mahad UIN Jakarta

21.06 P.M

Rabu, 12 November 2014

Arti Persahabatan


Dalam keheningan malam syahdu bumi Ibukota Jakarta terselip sebuah harapan yang merindukan arti dari sebuah persahabatan yang hakiki karena dengan adanya persahabatan akan menjadikan diri ini menjadi sosok pribadi yang lebih baik lagi kedepannya. Persahabatan sejati bukanlah sebuah persahabatan karena harta benda ataupun karena materi lainnya namun persahabatan sejati haruslah dikarenakan rasa hasrat merasakan kebaikan dan menerima dari apa yang menjadi kekurangan maupun kelebihan seorang sahabat kita masing – masing.
Bumi ibukota Jakarta telah lama aku tapaki namun banyak sekali hiruk pikuk permasalahan yang menghampiri namun dengan adanya sosok sahabat menjadikan hidup mempunyai warna tersendiri dalam setiap langkah dan hari – hari ini. Apalah arti sebuah persahabatan kalau kita tidak bisa mengerti satu dengan yang lainnya namun kita hanya bisa menyalahkan dengan selalu berprasangka yang tidak baik saja karena sebuah permasalahan yang tidak bisa diselesaikan bersama.
Persabahatan yang telah lama terjalin membuat kita semakin kuat dan tegar karena telah terjadi banyak hal dalam kehidupan ini yang membuat kita bisa menjadi sosok manusia bijak dan dewasa kedepannya. Hal terpenting dalam sebuah persahabatan merupakan rasa saling percaya antara satu dengan yang lainnya karena hal tersebut lah kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dalam menapaki dan mengarungi sebuah langkah.
Arti persahabatan tidak bisa dinilai dengan nominal uang yang berlimpah namun arti sebuah persahabatan hanya bisa dirasakan oleh orang – orang yang mempunyai hati tulus dan jernih karena bisa berpikir dalam sebuah kedewasaan yang berarti untuk melangkah dan menjadikan diri ini sosok yang berguna bagi sesama. Saling mengerti terhadap kekurangan dan kelebihan juga sebagai batu tombak agar sebuah persahabatan tidaklah berujung pada perkelahian maupun pertengkaran yang tidak berarti.
Terima kasih untuk para sahabat seperjuangan saya selama menempuh pendidikan tinggi di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mulai dari teman – teman Teknik Informatika 2010 baik itu kelas A ataupun kelas B, teman – teman Dema Fakultas sains teknologi, Himpunan Teknik Informatika, DEMA Universitas maupun keluarga besar Organisasi Mahasantri Mahad UIN Jakarta dan yang tak terlupakan para Rangers Beskemania dari Dompet Dhuafa Volunteer.



Selasa, 11 November 2014

Beasiswa Sarjana Impian



Ciputat November 2014, sudah lama merasakan bahwa hidup ini merupakan sebuah perjuangan yang sangat dan tidak boleh menyerah karena status ekonomi orang tua maupun hambatan lainnya. Aku merasakan semua ini kurang lebih hamper 4 tahun bertahan di bumi rantauan Ibukota Jakarta dan perjuanganpun dimulai dari sini. Hal tersulit adalah ketika masa – masa kehilangan nafsu dan harapan untuk hidup karena masalah datang silih berganti secara bertubi – tubi.
Perjalanan mendapatkan pendidikan tinggi ini menjadikan sejarah hidup yang luar biasa bagi sebuah cerita panjangku karena ini merupakan titik awal aku mendapat sebuah kesempatan meraih Beasiswa Sarjana yang menjadi Impian sejak aku duduk di bangku SD dahulu, teman – teman seperjuangan SD dulu merupakan sosok teman kecil yang saling menyemangati meskipun tak bisa diharapkan untuk bisa saling berkompetisi meraih mimpi dan berambisi untuk mendapatkan pendidikan tinggi yang kini aku raih dari perjalanan panjangku. Tak pernah terbayangkan jika beasiswa sarjana ini tidak bisa aku dapatkan karena dalam keterbatasan ekonomi yang saya alami hanyalah sebuah Beasiswa yang bisa saya harapkan dari pihak – pihak yang berbaik hati.
Alhamdulillah beasiswa sarjana impian pun saya dapatkan tepat tahun 2010 silam, sebelum mendapatkan beasiswa tersebut saya harus mengikuti seleksi ketat tingkat nasional dalam perhelatan tahunan SPMB PTAIN tingkat Nasional, setelah kurang lebih menunggu sebulan akhirnya nama saya dinyatakan lolos dalam seleksi tersebut dan berhak mendapatkan beasiswa Sarjana sebesar 5 jt rupiah dan Alhamdulillah juga bahwa doa dari orang tua saya di kampung halaman saya berhak mendapatkan beasiswa lanjutan dari BUMN Angkasa Pura II sampai mendapatkan gelar Sarjana dan itu merupakan suatu anugrah dalam hidup saya selama ini.

Saya merasakan dan mengalami bahwa pendidikan tinggi adalah hak bagi seluruh masyarakat Indonesia tidak dibatasi oleh suku, agama, adat istiadat dan lainnya namun semuanya tergantung pada diri kita masing – masing apakah kita mau menjalani pendidikan tinggi atau hanya berhenti di dalam jejak tingkat SD maupun SMA saja karena pilihan terbaik ada dalam pribadi kita masing – masing.
Pemerintah melalui berbagai tawaran beasiswa yang sangat terbuka bisa kita dapatkan untuk meraih beasiswa sarjana impian yang dikiranya kita tidak mungkin melanjutkan pendidikan tinggi namun dengan adanya beasiswa tersebut kita bisa meraih         mimpi – mimpi yang dulunya hanya orang yang kaya dan berada saja yang bisa meraihnya namun kesempatan itu kini terbuka lebar secara nyata di depan mata kita oleh siapa saja dan tidak dipungut biaya sepeserpun.
 Kosan