Selasa, 20 Januari 2015

Terima Kasih Bapak

Sebuah kenangan manis dan hangat masih teringat dan terpatri dalam diri ini, akan tulus dan ikhlasnya perjuangan sosok Bapak di Kampung halaman yang tak pernah kenal lelah berjuang demi membahagiakan saya sampai saat ini. Lika liku kehidupan yang telah saya jalani hingga kini memberikan beberapa arti betapa keras dan besar perjuanganmu. Dari Pagi sampai sore bahkan malam hari engkau masih mencari nafkah untuk membahagiakan aku anakmu dan keluarga bahagia ini. Betapa tulus dan besar pengorbananmu sehingga aku bisa menjadi seperti ini, masih ingat semenjak aku kelas 1 SD engkau mengantarkan ku berangkat sekolah, mendaftarkanku ke sekolah dan memberikan banyak inspirasi bagi saya sehingga bisa tetap tegar dan semangat seperti sekarang dan semoga senantiasa bisa melanjutkan perjuangan bapak menjadi sosok ayah teladan putra dan putrinya kelak.
Kebersamaan Bapak dan Putranya

Andaikan waktu - waktu kebersaman masa kecil bisa terulang kembali maka saya akan selalu taat dan patuh pada titah perintamu bapak, semoga kedepan saya bisa menjadi lebih baik lagi dan bisa membahagianmu sebelum semuanya terlambat, sebuah tontonan menarik dari kawan seperjuangan mengingatkan akan sudah berapa besar rasa hormat saya ke bapak selama ini dan hal tersebut membuat saya ingin menjadi lebih baik dan bisa memanfaatkan moment - moment berharga dengan bapak sebelum semuanya terlambat, sudah kurang lebih 24 tahun saya ada di dunia ini namun belum banyak saya melakukan apa - apa buat bapak disana dan mungkin mulai hari ini saya bisa memberikan suatu hal yang berarti dengan bisa menjadi sosok Sarjana Komputer dari keluarga kecil bapak yahng pertama kalinya.

Terima kasih bapak perjuangan dan dedikasimu sangatlah berarti bagi saya dari saya kecil sampai sekarang, haru biru berbagai hal permasalahan telah terlewati dan kini saatnya saya sebagai generasi penerusmu ingin membahagiakan bapak dalam kapasitas yang saya bisa berikan, tak terbayang apa yang akan terjadi jika semua kesempatan yang diberikan ini yakni berupa waktu bersama bapak sudah tidak ada lagi dan mungkin saya sebagai generasi penerusmu akan menyesal selamanya karena belum bisa membalas jasa dan pengorbananmu yang tidak bisa terbalaskan.

Pagi hingga malam engkau senantiasa memberikan inspirasi pada jiwa yang rapuh ini bahwa kehidupan harus terus berjalan dan tidak boleh menyerah karena keadaan apapun, meskipun saya berasal dari keluarga yang tidak berada tapi engkau selalu mengajarkan bahwa hidup itu akan terus berputar dan kita bisa menjadi apa yang kita inginkan jika kita berusaha secara maksimal. Jujur dan berlaku optimis dalam setiap langkah adalah sebuah amanat yang berarti dalam diri saya dari engkau bapak saya. Semoga kedepannya dengan batas usiaku ini saya bisa menjadi anak yang Sholeh dan berbakti kepadamu dan bisa membahagiakanmu.

Ciputat, 21 Januari 2015
Kosan Al - Asr
Muhammad Mubin
MENDIKNAS 2034

Tidak ada komentar:

Posting Komentar