Minggu, 15 Juli 2012

Ada Cerita di Lantai Tiga


Hari ini terasa asing bagi para Mahasantri yang tinggal di Ma'had UIN Jakarta,kenapa terasa asing ?karena ada sebuah cerita yang membuat tetesan air mata pun jatuh ke bumi dengan penuh arti dan itupun akan selalu terkenang karena sebuah perjuangan anak yang ingin taat dan patuh kepada Orang Tua dan sekarang tinggal di asrama karena sebuah keterpaksaan dan dorongan beasiswa saja. Entah kenapa goresan pena ini harus tertulis dalam kumpulan kata - kata yang akan mempunyai sebuah makna bagi para pembaca.Doni seorang anak rantauan yang lugu dan penuh misteri pun datang dengan sejuta kisah dan cerita dalam setiap keadaan dan saya pun merasa ada yang lain dari cerita seorang Doni ke saya yang setiap hari merasa dirinya tertutup dan menutup diri dengan orang lain,tetapi tidak tahu kenapa Doni bisa terbuka dengan saya dan mau menceritakan semua masalahnya ke saya dan penderitaannya selama ini tinggal di Asrama.
Dari paparan cerita Doni yang dari awal sudah gak bisa lagi melanjutkan kuliah dikarenakan tidak mempunyai biaya dan  salah satu orang tuanya sudah tiada kenapa selalu datang cobaan yang menimpanya dengan bertubi - tubi pula tanpa terkecuali dengan masalah beasiswanya yang diperolehnya dari Kemdiknas yakni BidikMisi. Dua bulan yang lalu saya mulai dekat dengan seorang Doni yang mempunyai karakter pendiam dan selalu ingin menutup diri dengan lingkungan dikarenakan sebuah keterpaksaan tinggal di asrama yang membuatnya tidak nyaman dengan semua dan segala aturan yang ada,apa daya semua keinginannya untuk melepaskan dirinya dari Beasiswa tidak bisa tercapai karena memang masalah utama yang dialami adalah biaya dan financial untuk hidup dan bertahan hidup di Jakarta.
Bang ada masalah ini saya gmna ya cara menyelesaikan masalah saya yang membuat ku semakin hari pusing selalu dengan hal ini,aku gak tahu harus berbuat apa lagi bang untuk menyelesaikan masalahku ini dan semua orang menyalahkanku sekarang padahal aku gak ingin semua ini seperti ini ( Doni Says). Sudah empat bulan living kost Doni belum diberikan dan hal tersebut sangat mengganggu proses pemikirannya dalam kuliahnya dan kebutuhan hidupnya dan sayapun harus bisa ikut memberikan sebuah solusi dan masukan yang baik buat doni untuk menyelesaikan masalahnya tersebut dan akhirnya seminggu yang lalu uangnya sudah turun dan sejuta kisah masih menyelimutinya dalam sebuah angan dan tindakannnya kedepan.
apkah harus bertahan dan apakah harus melepaskan semua permasalahan yang semakin hari membuat pemikiran stress dan sumpek selalu ini.

2 komentar: