Hari ini terasa asing bagi para Mahasantri yang tinggal di
Ma'had UIN Jakarta,kenapa terasa asing ?karena ada sebuah cerita yang membuat
tetesan air mata pun jatuh ke bumi dengan penuh arti dan itupun akan selalu
terkenang karena sebuah perjuangan anak yang ingin taat dan patuh kepada Orang
Tua dan sekarang tinggal di asrama karena sebuah keterpaksaan dan dorongan
beasiswa saja. Entah kenapa goresan pena ini harus tertulis dalam kumpulan kata
- kata yang akan mempunyai sebuah makna bagi para pembaca.Doni seorang anak
rantauan yang lugu dan penuh misteri pun datang dengan sejuta kisah dan cerita
dalam setiap keadaan dan saya pun merasa ada yang lain dari cerita seorang Doni
ke saya yang setiap hari merasa dirinya tertutup dan menutup diri dengan orang
lain,tetapi tidak tahu kenapa Doni bisa terbuka dengan saya dan mau
menceritakan semua masalahnya ke saya dan penderitaannya selama ini tinggal di
Asrama.
Dari paparan cerita Doni yang dari awal sudah gak bisa lagi
melanjutkan kuliah dikarenakan tidak mempunyai biaya dan salah satu orang
tuanya sudah tiada kenapa selalu datang cobaan yang menimpanya dengan bertubi -
tubi pula tanpa terkecuali dengan masalah beasiswanya yang diperolehnya dari
Kemdiknas yakni BidikMisi. Dua bulan yang lalu saya mulai dekat dengan seorang Doni
yang mempunyai karakter pendiam dan selalu ingin menutup diri dengan lingkungan
dikarenakan sebuah keterpaksaan tinggal di asrama yang membuatnya tidak nyaman
dengan semua dan segala aturan yang ada,apa daya semua keinginannya untuk
melepaskan dirinya dari Beasiswa tidak bisa tercapai karena memang masalah
utama yang dialami adalah biaya dan financial untuk hidup dan bertahan hidup di
Jakarta.
Bang ada masalah ini saya gmna ya cara menyelesaikan
masalah saya yang membuat ku semakin hari pusing selalu dengan hal ini,aku gak
tahu harus berbuat apa lagi bang untuk menyelesaikan masalahku ini dan semua
orang menyalahkanku sekarang padahal aku gak ingin semua ini seperti ini ( Doni
Says). Sudah empat bulan living kost Doni belum diberikan dan hal tersebut
sangat mengganggu proses pemikirannya dalam kuliahnya dan kebutuhan hidupnya
dan sayapun harus bisa ikut memberikan sebuah solusi dan masukan yang baik buat
doni untuk menyelesaikan masalahnya tersebut dan akhirnya seminggu yang lalu
uangnya sudah turun dan sejuta kisah masih menyelimutinya dalam sebuah angan
dan tindakannnya kedepan.
apkah harus bertahan dan apakah harus melepaskan semua
permasalahan yang semakin hari membuat pemikiran stress dan sumpek selalu ini.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusso sadly...
BalasHapus