Selasa, 03 April 2012

Ma'had Aly Versi 1



Pagi menjelang terasa segar hari ini dengan senyuman kawan – kawan seperjuangan yang satu persatu berlarian menuju ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu, suara – suara shollu – shollu menggema menusuk alam bawah sadar para mahasantri yang masih terlelap tidur di asrama Ma’had UIN Jakarta, suara itu merupakan salah satu suara yang khas dan dinanti – nanti kedatangannya setiap pagi oleh para mahasantri menjelang fajar subuh menyapa. Para mahasantri bergegas menuju mushola untuk mengikuti sholat subuh berjamaah dengan pimpinan imam yang berbeda – beda setiap waktunya dan hal tersebut merupakan keunikan tersendiri yang selalu saya rasakan bersama teman – teman seperjuangan dari tanah perantaun.
Hari ini merupakan hari bersejarah dalam berdirinya Mahad Aly, kenapa hal itu bersejarah? Karena hari ini kebijakan baru dari pimpinan Mahad menerapkan kebijakan yang begitu kontroversial bagi para mahasantri dan itu merupakan salah satu pemisah antara mahasantri satu dengan mahasantri yang lainnya, entah kenapa hal ini harus dilaksanakan dengan seksama dan harus diterapkan untuk hari ini dan kedepannya kepada seluruh mahasantri Mahad Aly, dengan adanya kebijakan tersebut terasa adanya sekat diantara kita dan semakin jarangnya kita berinteraksi satu dengan yang lainnya dan pertanyaan yang timbul dalam hati saya (“Apakah saya harus diam saja melihat hal demikian?” ) dan hati saya berkata saya harus bertindak untuk merubah dan memberikan solusi terbaik untuk kebaikan kita bersama dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Kedepannya saya berharap bisa berkontribusi menjadi seseorang yang berguna bagi mahasantri yang lain, menjadi seorang mahasantri yang selalu aktif, kritis dan punya power bagi kebaikan asrama Ma’had kedepannya merupakan harapan saya  dan demi menjadikan Ma’had Aly sebagai asrama yang religious dan mempunyai ciri khas tersendiri dari yang lain dan bisa selalu mengakomodir keinginan adik – adik mahasantri yang lain untuk semakin baik dalam segala hal. Bertemu dan berinteraksi antar sesama mahasantri yang begitu banyak membuat hati dan pikiran saya semakin dewasa dan semakin bijak menghadapi masalah kehidupan yang saya alami kini, hari ini dan nanti dengan jalinan rasa kekeluargaan yang kita bangun selama tinggal di Ma’had ini merupakan sebuah wadah dan tempat menjalin dan memupuk rasa persaudaraan antara sesama mahasantri. Kesibukan yang saya dan kawan – kawan mahasantri jalani setiap hari merupakan sebuah hasil dari managemen waktu yang baik serta hasilnya pun maksimal dan tidak mengecewakan, hal itu terlihat dari terpilihnya banyak mahasantri sebagai Presiden BEM di berbagai fakultas yang ada di UIN Jakarta seperti Fakultas adab, Fakultas Tarbiyah, Fakultas Sya’riah, dan Fakultas Dakwah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar