Jumat, 06 Desember 2013

Antara Ciputat dan Gatot Soebroto



Kantor LIPI dan Kampus UIN Ciputat
Perjalanan itu dimulai ketika lantunan adzan subuh berkumandang beberapa saat dan tubuh ini pun harus bangun dan mulai untuk tersenyum dengan semangatnya mentari pagi yang tak kenal lelah menjalani hari ini. Kawasan ciputat Tangerang Selatan yang diwaktu pagi terasa begitu sejuk dan segar kini mulai terasa panas dan sempit karena adanya kebanyakan kendaraan yang lalu lalang menuju kota Jakarta setiap harinya dan hal tersebut membuat pikiran dan jiwaku jenuh melihat dan mengahadapinya. Entah kenapa perjalanan setiap hari dari Ciputat ke kawasan Gansu aku mulai dengan begitu semangatnya tanpa ada rasa keluh kesah di dada karena hal tersebut merupakan suatu kewajiban aku sebagai seorang mahasiswa Teknik Informatika yang harus melaksanakan kerja Praktek di salah satu perusahaan Negara yakni LIPI ( Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ) terletak di pusat kota Jakarta di kawasan Gatot Soebroto Jakarta.
Pagi itu dimulai dengan senyuman hangat tuk menyambut datangnya hari – hari yang ditunggu dalam sebuah pengambdian kerja di suatu perusahaan tapi entah kenapa perasaan tidak nyaman dan menentu ada dan menghinggap dalam hati karena kemacetan antara ciputat – gansu sangatlah panjang dan melelahkan dan hal tersebut membuat rasa semangat ini pun menjadi turun drastis tanpa ada tolerer lagi. Hari – hari ku kini kujalani dengan penuh kesabaran dan keihklasan karena jikalau pada jiwa ini terdapat keluhan dan penyesalan maka akibatnya seluruh syaraf pada jiwa ini akan semakin tidak bisa diajak kerjasama lagi dan ini harus bisa diberikan sebuah solusi yang baik dan mumpuni untuk mengatasi masalah yang kini aku alami.
Ya kemacetan Ciputat – Gansu membuat hati dan pikiran menjadi tidak nyaman karenanya, setiap hari harus bisa berpikir jernih untuk menghadapinya dan alhasil ada kawan seperjuangan Eka Risky Firmansyah yang setia menemani dalam perjalanan dari Ciputat – Gansu untuk melaksanakan proses kerja Praktek di Kantor LIPI Jakarta. Disisi lain dengan adanya bantuan dari kawan saya Eka merupakan suatu hal keberuntungan bagi saya karena bisa menghemat uang makan dan transport juga, maklum masih mahasiswa jadi harus irit dan memprioritaskan kepada hal – hal yang lebih urgent lagi dalam hal Finansial yang sangat sensitif dan belum ada penyelesainnya saat ini. Ya begitulah harus menjalani hari dalam rutinitas kemacetan Ciputat- Gansu yang masih harus dicarikan sebuah solusi terkini yang baik dan bijak buat diri dan orang – orang yang cinta dan peduli pada negeri ini. Semoga harapan  kedepannya bagi pemerintah dan sebuah sistem terkait bisa memberikan sebuah solusi untuk mengatasi berbagai masalah di negeri ini terutama masalah pada kemacetan di Ciputat – Gansu yang membuat para rakyat kecil ini menjadi merasa tidak bisa bernafas lagi karenanya, hari – hari ini akan indah jika kita bisa menikmati setiap helaan nafas yang keluar dan berhembus pada diri dan pribadi kita dengan tanpa menyalahkan keadaan serta hanya bisa berdiam diri saja tanpa berbuat suatu perubahan yang nyata bagi masyarakat sekitar
( @mubinsae / “Aku Untuk Bangsaku “ )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar