![]() |
| Kantor LIPI dan Kampus UIN Ciputat |
Perjalanan itu dimulai ketika lantunan adzan subuh berkumandang
beberapa saat dan tubuh ini pun harus bangun dan mulai untuk tersenyum dengan
semangatnya mentari pagi yang tak kenal lelah menjalani hari ini. Kawasan
ciputat Tangerang Selatan yang diwaktu pagi terasa begitu sejuk dan segar kini
mulai terasa panas dan sempit karena adanya kebanyakan kendaraan yang lalu lalang
menuju kota Jakarta setiap harinya dan hal tersebut membuat pikiran dan jiwaku
jenuh melihat dan mengahadapinya. Entah kenapa perjalanan setiap hari dari
Ciputat ke kawasan Gansu aku mulai dengan begitu semangatnya tanpa ada rasa
keluh kesah di dada karena hal tersebut merupakan suatu kewajiban aku sebagai
seorang mahasiswa Teknik Informatika yang harus melaksanakan kerja Praktek di
salah satu perusahaan Negara yakni LIPI ( Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia )
terletak di pusat kota Jakarta di kawasan Gatot Soebroto Jakarta.
Pagi itu dimulai dengan senyuman hangat tuk menyambut datangnya
hari – hari yang ditunggu dalam sebuah pengambdian kerja di suatu perusahaan
tapi entah kenapa perasaan tidak nyaman dan menentu ada dan menghinggap dalam
hati karena kemacetan antara ciputat – gansu sangatlah panjang dan melelahkan
dan hal tersebut membuat rasa semangat ini pun menjadi turun drastis tanpa ada
tolerer lagi. Hari – hari ku kini kujalani dengan penuh kesabaran dan
keihklasan karena jikalau pada jiwa ini terdapat keluhan dan penyesalan maka
akibatnya seluruh syaraf pada jiwa ini akan semakin tidak bisa diajak kerjasama
lagi dan ini harus bisa diberikan sebuah solusi yang baik dan mumpuni untuk
mengatasi masalah yang kini aku alami.
Ya kemacetan Ciputat – Gansu membuat hati dan pikiran menjadi tidak
nyaman karenanya, setiap hari harus bisa berpikir jernih untuk menghadapinya
dan alhasil ada kawan seperjuangan Eka Risky Firmansyah yang setia menemani
dalam perjalanan dari Ciputat – Gansu untuk melaksanakan proses kerja Praktek
di Kantor LIPI Jakarta. Disisi lain dengan adanya bantuan dari kawan saya Eka
merupakan suatu hal keberuntungan bagi saya karena bisa menghemat uang makan
dan transport juga, maklum masih mahasiswa jadi harus irit dan memprioritaskan
kepada hal – hal yang lebih urgent lagi dalam hal Finansial yang sangat
sensitif dan belum ada penyelesainnya saat ini. Ya begitulah harus menjalani
hari dalam rutinitas kemacetan Ciputat- Gansu yang masih harus dicarikan sebuah
solusi terkini yang baik dan bijak buat diri dan orang – orang yang cinta dan
peduli pada negeri ini. Semoga harapan
kedepannya bagi pemerintah dan sebuah sistem terkait bisa memberikan sebuah
solusi untuk mengatasi berbagai masalah di negeri ini terutama masalah pada
kemacetan di Ciputat – Gansu yang membuat para rakyat kecil ini menjadi merasa
tidak bisa bernafas lagi karenanya, hari – hari ini akan indah jika kita bisa
menikmati setiap helaan nafas yang keluar dan berhembus pada diri dan pribadi
kita dengan tanpa menyalahkan keadaan serta hanya bisa berdiam diri saja tanpa
berbuat suatu perubahan yang nyata bagi masyarakat sekitar
( @mubinsae / “Aku Untuk Bangsaku “ )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar