Kota
Jakarta sebagai kota terbesar dan tersibuk di Indonesia ini akan membawa sebuah
cerita menarik dalam kehidupan saya kelak tanpa disadari kurang lebih 5 tahun
terakhir saya mulai berjuang di kota ini dan mengenyam pendidikan disini.
Tak
terasa tahun ini merupakan tahun terakhir saya melanjutkan studi sarjana saya
di kampus negeri di Jakarta, banyak sekali cerita menarik dan berbagai hal
telah saya coba lalui dengan sebuah perjuangan tanpa batas dalam melaluinya.
Perjuangan
tanpa batas itu dimulai ketika saya mengalami masalah financial dan saya harus
berjuang untuk menyelesaikan hal tersebut berbagai cara aku coba lalui dan
kerjakan asalkan membuahkan hasil yang halal dan tidak mengecewakan. Tak ayal
tantangan terberat dalam hidup saya adalah menjadi sosok pemuda penopang
ekonomi keluarga kecil saya dan itu saya coba lalui dengan seksama dan dalam
berbagai kendala namun saya harus terus semangat untuk melaluinya karena saya
percaya hidup ini singkat alangkah baiknya saya bisa terus berjuang demi
membahagiakan orang tersayang yakni kedua orang tua saya sebelum beliau
meninggalkan saya selamanya.
Belajar
berpikir dewasa dan bijaksana dalam menyelesaikan masalah haruslah saya mulai
dari langkah kecil ini agar semua cita dan cinta terus bisa saya perjuangkan
selama badan masih tegak dalam hal kebaikan. Perjuangan tanpa batas ini semata –
mata saya dedikasikan untuk kedua orang tua saya tercinta yang dengan do’a dan
perjuangan beliaulah saya bisa seperti sekarang ini. Tak bisa saya berbuat apa –
apa lagi kecuali berbakti dan mengabdikan diri pada beliau sebagaimana harapan
beliau kepada saya agar saya bisa menjadi anak yang sholeh serta menjadi imam
yang baik kelak untuk calon istri dan anak – anak saya.
Malam
itu tepat setelah berjuang mencari nafkah dalam rangka bertahan di bumi
rantauan ini saya harus rela berkorban dalam hal materi karena perjalanan
panjang sang pejuang haruslah dimulai dengan pengorbanan yang mungkin akan
mendapatkan hasilnya suatu saat nanti. Tetap dan terus berjuang melakukan yang
terbaik dalam setiap langkah dan bisa menjadi teladan dalam setiap waktu bagi sesame,
kawan dan kaum kerabat di lingkungan sekitar. Saya mencoba belajar dari hidup
seorang anak di rantauan yang sudah tidak punya keluarga namun perjungannya
yang sangat membuat saya menjadi lebih semangat lagi untuk terus bergerak dan bergerak berbuat kebaikan ke seluruh
penjuru alam serta menjadi pemuda generasi emas dalam hal menjunjung nilai –
nilai perdamaian dan rasa solidaritas persaudaraan antar sesama.
#2015MembaraUntukIndonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar