Pagi Indonesia, dengan semangat yang masih
dalam harapan untuk membentuk dan membuat Indonesia Jaya kedepannya saya
mencoba untuk menuliskan sesuatu hal yang mungkin dianggap berguna bagi kawan -
kawan yang membutuhkan baik itu kawan - kawan seperjuangan maupun kawan - kawan
lainnya se- antero Indonesia tercinta. Ya beginilah sebuah kehidupan kadang
kita bisa diatas dan ada pula kita di bawah namun semua ini tidaklah membuat
kita surut ataupun menyerah untuk terus berjuang mendapatkan kebaikan -
kebaikan yang tidak akan pernah berhenti karena sebuah keterbatasan baik itu
keterbatasan ekonomi maupun keterbatasan lainnya namun hanya sebuah perjuangan
yang sejati dan hakikilah yang bisa mengalahkan semuanya. Karena hidup tidak
untuk dibuat hanya menyerah pada keadaan namun hidup harus terus diperjuangkan
sampai titik darah penghabisan.
Cerita ini bukanlah cerita fiktif belaka
namun inilah sebuah cerita nyata dari sebuah program Beasiswa Bidikmisi yang
selama ini saya ketahui dan ikuti beritanya, terima kasih buat Bapak SBY dan
bapak M.Nuh yang telah memberikan dan menyelamatkan anak - anak Negeri ini dari
keterpurukan dan kemiskinan untuk mendapatkan pendidikan tinggi yang lebih baik
dan inilah saatnya anak orang miskin bisa menunujukkan kiprahnya di berbagai
aspek kehidupan baik sosial, kebudayaan, politik, ekonomi, pendidikan maupun
yang lainnya. Bidikmisi program Beasiswa bagi kaum Miskin namun berprestasi
membuat hati dan pikiran ini menjadi bersatu agar bisa mendapatkan dan lolos
dalam program pemerintah satu ini, tak menyangkan dan mengimpikan pada diri ini
bisa ada beasiswa yang diperuntukkan bagi kawan - kawan kurang mampu agar bisa
mendapatkan pendidikan tinggi dan bisa kuliah dengan GRATIS tanpa biaya
sedikitpun, dan inilah cerita dari Beasiswa Bidikmisi. Tepat tahun 2010
pemerintah Pak SBY membuat program 100 hari kerja pasca pelantikan yang bisa di
bilang Pro Rakyat kecil dan salah satunya adalah melaunching program Bidikmisi
yang digelontorkan dari pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia ini sangatlah berarti, Bidikmisi yang punya motto
"Menggapai Asa dan Memutus mata rantai Kemiskinan " ini sudah
berlangsung kurang lebih 4 tahun yakni mulai tahun 2010 - 2014 ini dan
lulusannya pun sudah banyak mengabdikan dirinya pada bangsa ini, tak lain
adalah salah satu penerima bidikmisi dari Unnes yang mendapatkan IPK 3,96 dan
menjadi lulusan terbaik dari Universitas Negeri Semarang ini bernama Raeni
beliaulah seorang anak Tukang Becak dan bisa mendapatkan Bidikmisi dan
bisa meraih prestasi terbaik sampai lulus kuliah sehingga sekarang mendapatkan
Beasiswa Presiden Scholarship dari Presiden Republik Indonesia untuk bisa
melanjutkan studi di Inggris yakni salah satu kampus terbaik dunia London
School Of Economic sebagai tujuan studinya mendatang.
Bidikmisi beasiswa yang ditunjukkan dan diperuntukkan bagi kawan -
kawan yang kurang mampu namun berprestasi ini merupakan beasiswa terbesar dan
terkeren sepanjang sejarah pendidikan Indonesia, kenapa saya bilang begitu
karena dengan adanya beasiswa ini banyak sekali anak - anak yang kurang mampu
bisa melanjutkan pendidikan tinggi sampai ke perguruan tinggi yang dulunya
hanya sebuah impian namun kini menjadi kenyataan pasti dan telah dibuktikan
bahwa kawan - kawan penerima bidikmisi tidak hanya kuliah saja namun juga
berprestasi diberbagai bidang, salah satunya adalah Birrul Qodriah sosok
mahasiswa berprestasi Utama UGM yang sangat menginspirasi dan patut menjadi
sosok teladan bagi kawan - kawan penerima bidikmisi yang lain, kenapa hal
tersebut terjadi karena dibalik keterbatas sosoknya yang santun dan lembut
beliau merupakan putri seorang buruh tani dan beliau hanyalah orang biasa namun
dengan keuletan dan perjuangannya yang begitu besar membantu dan ingin
membahagiakan orang tuanya kini sosok Birrul Qodriah menjadi salah satu
mahasiswa di negeri ini yang patut diperhitungkan keberadaanya karena dedikasi
dan prestasinya yang luar biasa sehingga membuat Indonesia bangga karenanya.
Bidikmisi merupakan beasiswa penuh yang diberikan pemerintah
melalui Kementrian Pendidikan Nasional dan Kebudayaan ini terdiri dari biaya
SPP selama 8 semester dan biaya hidup perbulan sebesar 600rb, total beasiswa
ini per semester berjumlah 6.000.000,- per semester yang diperuntukkan untuk
biaya SPP dan biaya hidup bagi masing - masing penerima beasiswa ini. Sangatlah
cukup bahkan berlebih jika biaya tersebut diberikan secara penuh dan tepat
sasaran karena selama ini banyak juga yang mendapatkan beasiswa tersebut karena
kurangnya seleksi yang intens di tingkat Universitas sehingga banyak mahasiswa
yang notaben nya anak yang mampu ataupun keluarga yang kaya mendapatkan
beasiswa ini.
(sumber : http://www.bidikmisi.dikti.go.id/ )
Terima kasih banyak Bidikmisi dan pemerintah Indonesia yang telah
memberikan kesempatan bagi kami untuk terus mendapatkan akses pendidikan
terbaik di Negeri ini sehingga kami bisa ikur serta mewujudkan Indonesia Emas
2045 sebagai manifestasi keberlangsungan Indonesia menjadi Negara yang kokoh
dan berkuasa di berbagai sektor aspek kehidupan ini.
#Bersama Bidikmisi Kita majukan Indonesia
Ciputat, 10 April 2015 || @Muhammad Mubin


Trimakasih bpk Presiden yang telah memberikan kesempatan untuk kami mahasiswa Bidikmisi dalam memperbaiki masa depan keluarga,bangsa dan negara
BalasHapusBidikmisi jaya dan semakin maju